Peran Kolaborasi dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Kabupaten Sikka

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, menegaskan bahwa kompleksitas masalah kesehatan di Kabupaten Sikka memerlukan kerja sama yang kuat dan perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam membangun kesadaran hidup sehat sejak dari keluarga. Pernyataan ini disampaikan saat ia membuka “Rapat Koordinasi dan Evaluasi Terintegrasi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tingkat Kabupaten” di Aula Camilan, Kelurahan Madawat, Rabu, 10 Desember 2025.

Rapat koordinasi yang dihadiri oleh pimpinan OPD, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus dan jajarannya, perwakilan fasilitas layanan kesehatan, serta unsur kecamatan dan Puskesmas se-Kabupaten Sikka menjadi forum evaluasi program tahun berjalan, sekaligus penyusunan prioritas kesehatan untuk 2026.

Dalam arahannya, Wabup Simon Subandi menekankan bahwa perubahan pola penyakit di Sikka, baik penyakit menular maupun tidak menular, semakin menantang dan membutuhkan respon cepat serta perencanaan berbasis data yang akurat. Ia menyebut koordinasi lintas sektor sebagai syarat utama keberhasilan program kesehatan.

“Kabupaten Sikka menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks. Karena itu, kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Kolaborasi dan integrasi program adalah kunci agar upaya pencegahan dan pengendalian penyakit memberi dampak nyata bagi masyarakat,” kata Wabup Simon.

Fokus pada Puskesmas sebagai Ujung Tombak

Simon Subandi juga menyoroti peran Puskesmas sebagai ujung tombak layanan kesehatan dasar. Menurutnya, pelaporan kasus yang cepat, penguatan surveilans, serta edukasi masyarakat harus menjadi prioritas sepanjang tahun.

“Data kesehatan yang akurat adalah fondasi pengambilan keputusan. Setiap Puskesmas harus memastikan pelaporan tepat waktu dan sesuai prosedur. Tanpa data yang benar, kita tidak bisa merancang intervensi yang tepat sasaran,” tegasnya.

Tren Penyakit Tidak Menular dan Masalah Penyakit Menular

Selain menyoroti tren peningkatan penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan kanker, Wabup Simon Subandi juga mengingatkan bahwa Sikka masih dibayangi persoalan penyakit menular, termasuk HIV/AIDS.

Ia menyampaikan, kasus HIV/AIDS di Sikka membutuhkan perhatian serius karena terus muncul temuan kasus baru setiap tahun. Menurutnya, pencegahan, deteksi dini, serta edukasi tentang perilaku hidup sehat harus diperkuat melalui keluarga, komunitas, dan institusi pendidikan.

“Kesehatan masyarakat bukan hanya soal mengobati. Kita harus mendorong setiap keluarga untuk menjalankan pola hidup sehat. Edukasi mengenai risiko penyakit, termasuk HIV/AIDS, harus dimulai dari rumah. Pencegahan harus menjadi gerakan bersama,” ungkap Wabup Simon.

Momentum Evaluasi dan Langkah Prioritas

Rapat koordinasi ini menjadi momentum bagi Pemkab Sikka untuk mengevaluasi capaian tahun 2025 serta menetapkan langkah prioritas 2026. Pemerintah daerah berharap sinergi antarinstansi serta konsistensi program pencegahan dan pengendalian penyakit dapat semakin kuat.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Sikka menargetkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan edukasi, peningkatan kualitas layanan Puskesmas, dan koordinasi lintas sektor yang lebih solid.