Jakarta — Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) mengklaim tren elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 itu terus meningkat di wilayah Jawa. Mereka menilai, jika tren ini berlanjut, pasangan Anies–Muhaimin berpotensi melampaui elektabilitas Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka di daerah tersebut.

Direktur Hubungan Media Timnas AMIN, Syahrir Lantoni, mengatakan hasil beberapa survei internal dan publik menunjukkan dukungan terhadap AMIN di Jawa semakin menguat.

“Berdasarkan survei terbaru, di Pulau Jawa sudah ada 56,5 persen responden yang menyatakan sudah mantap memilih AMIN, sementara Prabowo–Gibran hanya 36,4 persen,” ujar Syahrir dalam keterangan yang dikutip dari kumparan, Senin (4/11).

Syahrir menambahkan, hasil survei menunjukkan selisih elektabilitas antara AMIN dan Prabowo–Gibran di Jawa kini hanya terpaut sekitar 4–5 persen. Menurutnya, angka itu menandakan peluang besar bagi Anies–Muhaimin untuk menyalip pasangan nomor urut 2 tersebut.

“Tren ini positif. Kalau kerja-kerja lapangan di Jawa terus diperkuat, AMIN bisa unggul di Jawa dan menyalip Prabowo–Gibran,” ujarnya.

Sementara itu, survei lembaga independen seperti LSI Denny JA yang dirilis akhir Januari 2024 juga menunjukkan peningkatan signifikan bagi AMIN. Dalam survei tersebut, elektabilitas Anies–Muhaimin naik dan berhasil melampaui pasangan Ganjar Pranowo–Mahfud MD, mendekati posisi Prabowo–Gibran di tingkat nasional.

Pulau Jawa dianggap menjadi wilayah kunci dalam pemilihan presiden karena jumlah pemilihnya mencapai lebih dari separuh total pemilih nasional. Perubahan tren di wilayah ini dinilai akan sangat memengaruhi hasil akhir Pilpres 2024.

Menurut pengamat politik, peningkatan dukungan terhadap AMIN di Jawa disebabkan oleh strategi kampanye yang lebih intensif dan pendekatan ke pemilih muda melalui media sosial. Selain itu, sebagian pemilih yang belum menentukan pilihan disebut mulai condong ke pasangan tersebut.

Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa hasil survei masih bisa berubah karena sebagian besar responden masih berpotensi berpindah pilihan hingga hari pencoblosan.

Timnas AMIN sendiri menyatakan akan terus fokus memperkuat basis dukungan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat yang selama ini menjadi medan utama perebutan suara.

“Kami yakin dengan kerja terukur dan pendekatan langsung ke rakyat, AMIN bisa menang di Jawa dan mengantarkan perubahan,” kata Syahrir menegaskan.