Perubahan Kekayaan Para Konglomerat Indonesia Tahun 2025

Pada tahun 2025, sejumlah konglomerat di Indonesia mencatatkan lonjakan kekayaan yang signifikan. Berbagai sektor bisnis seperti energi, manufaktur, perbankan, dan infrastruktur digital berkontribusi terhadap pertumbuhan kekayaan mereka. Berikut adalah daftar 10 orang terkaya di Indonesia berdasarkan data terbaru.

1. Prajogo Pangestu

Prajogo Pangestu, pendiri Grup Barito Pacific, masih menjadi orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan sebesar US$ 49,1 miliar. Bisnisnya mencakup sektor petrokimia, pembangkit listrik, dan produksi plastik. Grup tersebut juga memiliki entitas seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Kenaikan kekayaannya mencapai 65,2% secara year to date (ytd), atau sekitar US$ 19,4 miliar sejak awal 2025.

2. Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong, pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), menempati posisi kedua dengan total kekayaan US$ 24,6 miliar. Meski mengalami penurunan sebesar 11,8% ytd, kekayaannya berasal dari kepemilikan saham besar di BYAN dan Metis Energy. Ia mengendalikan 62% saham BYAN dan 78% saham Metis Energy.

3. Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto, pendiri Royal Golden Eagle, memiliki kekayaan sebesar US$ 21,3 miliar. Grup ini memiliki aset lebih dari US$ 40 miliar, termasuk perkebunan kelapa sawit, fasilitas gas alam, dan pabrik tekstil. Kekayaannya meningkat sekitar 4,6% sejak awal tahun 2025.

4. Budi Hartono

Budi Hartono, bersama saudaranya Michael Hartono, merupakan pemilik Djarum Group. Kekayaannya tercatat sebesar US$ 19,7 miliar, meskipun mengalami penurunan sebesar 12,5% ytd. Ia juga menjadi pemegang saham terbesar di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

5. Michael Hartono

Michael Hartono menempati posisi kelima dengan total kekayaan US$ 18,1 miliar. Kekayaannya berasal dari bisnis yang diwariskan oleh ayahnya dan dikendalikan melalui dua perusahaan holding tertutup di Indonesia. Ia memiliki 49% saham di PT Dwimuria Investama Andalan dan 28% saham di BBCA.

6. Anthoni Salim

Anthoni Salim, chairman Salim Group, memiliki kekayaan sebesar US$ 16 miliar. Kenaikan kekayaannya mencapai 24,3% sejak awal tahun 2025. Aset terbesarnya adalah kepemilikan di AMMN dan DNET. Ia juga memiliki 42% saham First Pacific dan 45% saham DNET.

7. Dato Sri Tahir

Dato Sri Tahir, pendiri Mayapada Group, memiliki total kekayaan sebesar US$ 14,1 miliar. Kenaikan kekayaannya mencapai 567,1% sejak awal tahun 2025. Kekayaannya berasal dari kepemilikan saham di Mayapada Hospital, Bank Mayapada, dan Maha Properti Indonesia.

8. Haryanto Tjiptodihardjo

Haryanto Tjiptodihardjo, direktur utama PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), memiliki total kekayaan sebesar US$ 10,9 miliar. Kenaikan kekayaannya mencapai 862% sejak awal tahun 2025. Sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan saham di IMPC.

9. Otto Toto Sugiri

Otto Toto Sugiri, pendiri PT DCI Indonesia Tbk (DCII), memiliki total kekayaan sebesar US$ 10,6 miliar. Kenaikan kekayaannya mencapai 427,9% sejak awal tahun 2025. Kekayaannya berasal dari kepemilikan saham di DCII.

10. Marina Budiman

Marina Budiman, komisaris utama DCII, menempati posisi ke-10 dengan total kekayaan US$ 7,81 miliar. Kenaikan kekayaannya mencapai 441% sejak awal tahun 2025. Sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan saham di DCII.