Perbaikan Layanan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali terus melakukan berbagai inisiatif untuk memperkuat transformasi layanannya. Upaya ini dilakukan melalui pembenahan fasilitas, peningkatan kualitas pelayanan, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Semua langkah tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan para pengguna jasa dan memberikan pelayanan yang sesuai dengan standar global.

Pelaksana Harian (PH) General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ibnu Solikin menjelaskan bahwa peningkatan layanan dilakukan secara menyeluruh, terintegrasi, dan berorientasi pada pengalaman pengguna jasa. Menurutnya, karakteristik penumpang sangat memengaruhi kualitas layanan di bandara. Oleh karena itu, pihak bandara terus berbenah dengan pendekatan yang berpusat pada kebutuhan penumpang.

“Program pengembangan dan pembaruan kami lakukan secara terencana dan terukur agar dapat memberikan dampak yang relevan terhadap peningkatan kualitas layanan,” ujarnya.

Saat ini, Bandara I Gusti Ngurah Rai sedang menjalankan 24 program perbaikan yang mencakup berbagai aspek, seperti:

  • Revitalisasi area check-in
  • Pembaruan toilet
  • Peningkatan akses transportasi publik
  • Penambahan hand baggage trolley
  • Rekonfigurasi wifi
  • Penataan signage/papan tanda

Selain itu, sedang disiapkan juga program peningkatan kenyamanan ruang publik dan optimalisasi layanan digital. Beberapa inisiatif yang dikerjakan antara lain:

  • Peningkatan kualitas kebersihan
  • Penambahan kursi di area ruang tunggu keberangkatan
  • Optimalisasi sistem informasi penerbangan (FIDS-flight information display system)
  • Optimalisasi fasilitas self check-in untuk percepatan layanan keberangkatan

“Seluruh upaya ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan penumpang dan menjawab kebutuhan operasional yang terus berkembang seiring meningkatnya mobilitas masyarakat khususnya pengguna transportasi udara,” tambah Ibnu.

Di bidang pengembangan SDM, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga memperkuat kompetensi layanan frontline melalui pelatihan bahasa isyarat bagi petugas customer service dan airport security (Avsec). Tujuan dari program pelatihan ini adalah memastikan layanan yang semakin inklusif, sehingga penumpang dengan kebutuhan khusus dapat memperoleh pengalaman yang lebih nyaman dan setara.

Evaluasi Berkelanjutan Terhadap Kualitas Layanan

Sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas layanan, Bandara I Gusti Ngurah Rai secara aktif mengikuti berbagai ajang penilaian tingkat nasional dan internasional. Di tingkat nasional, penilaian dilakukan bersama INACA (Indonesia National Air Carriers Association), sementara di tingkat global bandara berpartisipasi dalam penilaian kualitas layanan oleh Airport Councils International (ACI). Melalui partisipasi ini, standar layanan dapat terus terukur, sekaligus membantu manajemen mengidentifikasi kebutuhan penumpang secara real-time.

Tahun ini, Bandara I Gusti Ngurah Rai kembali mewakili Indonesia dalam ajang prestisius Skytrax World Airport Award, sebuah penghargaan global yang menilai kualitas pelayanan bandara melalui voting masyarakat dan audit langsung oleh auditor Skytrax.

Menurut Ibnu, keterlibatan dalam ajang ini bukan semata untuk meraih pengakuan internasional, tetapi juga menjadi sarana penting untuk menangkap harapan dan kebutuhan pengguna jasa, sehingga perbaikan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Penilaian seperti Skytrax memberikan kami parameter yang obyektif dalam menjaga standar layanan. Lebih dari itu, proses ini membantu kami memahami kebutuhan penumpang secara lebih komprehensif,” tambahnya.

Komitmen Jangka Panjang

Bandara I Gusti Ngurah Rai menegaskan bahwa seluruh inisiatif peningkatan layanan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang yang dilakukan secara konsisten melalui sinergi bersama regulator, maskapai, dan stakeholder lainnya.

“Kami sangat berterima kasih atas masukan, kritik, dan saran yang disampaikan oleh penumpang, masyarakat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan. Itu semua menjadi penyemangat kami untuk terus berbenah dan kami dapat menjalankan program transformasi layanan melalui prinsip continuous improvement,” tutupnya.