Tim K-9 dan Drone Dikerahkan untuk Bantu Pencarian Korban Bencana

Polda Riau telah mengirimkan tim khusus untuk membantu proses pencarian korban bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dalam operasi ini, tim Unit K-9 beserta anjing pelacak diterjunkan untuk mempercepat proses pencarian ratusan korban yang diduga tertimbun material.

Operasi ini merupakan bagian dari pengiriman total 290 personel yang dilepas langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dari Mapolda Riau, Pekanbaru, pada hari Sabtu (29/11). Dalam apel pelepasan Operasi Aman Nusa II tersebut, Kapolda Riau menekankan pentingnya kecepatan dalam menangani bencana, setelah menerima informasi bahwa sekitar 200 warga terkena dampak longsoran material di wilayah terdampak.

“Semua harus bergerak cepat dan tepat,” tegas Irjen Herry. Ia juga menekankan bahwa setiap langkah yang dilakukan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran akan risiko yang ada.

Peran Anjing Pelacak dan Teknologi Drone

Tim Unit K-9 diterjunkan untuk melakukan penyisiran di titik-titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban tertimbun. Anjing pelacak ini diharapkan mampu mempercepat proses pencarian di medan yang sulit dijangkau oleh personel biasa. Mereka memiliki kemampuan untuk mendeteksi aroma manusia yang terkubur, sehingga sangat berguna dalam situasi seperti ini.

Selain anjing pelacak, Polda Riau juga mengirimkan drone yang dioperasikan oleh Direktorat Samapta. Drone ini digunakan untuk membantu pemetaan area dan mendeteksi potensi lokasi korban. Teknologi ini memberikan gambaran visual yang lebih luas dan akurat, sehingga memudahkan tim dalam merencanakan strategi pencarian dan evakuasi.

Komposisi Personel yang Diberangkatkan

Total 290 personel yang diberangkatkan terdiri dari beberapa unit, antara lain Direktorat Samapta, Brimob, Satpolairud, serta unit pendukung lainnya. Sebagian dari mereka telah tiba di lokasi untuk menyiapkan dapur lapangan dan bantuan logistik. Proses persiapan ini penting untuk memastikan ketersediaan makanan dan perlengkapan dasar bagi para korban bencana.

“Kami meminta doa agar seluruh personel dapat melaksanakan tugas dengan baik dan kembali dalam keadaan selamat,” ujar Irjen Herry. Ia juga menekankan bahwa setiap personel yang terlibat dalam operasi ini harus tetap menjaga keselamatan diri sendiri dan rekan kerja.

Bantuan Kemanusiaan yang Diberikan

Polda Riau juga mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa beras, mi instan, air mineral, dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan ini akan langsung didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana. Para personel akan terlibat langsung dalam proses evakuasi, pendirian dapur lapangan, hingga distribusi bantuan.

Kepedulian Tanpa Batas Wilayah

Irjen Herry menegaskan bahwa dalam tugas kemanusiaan, Polri tidak mengenal batas wilayah. “Tidak perlu membedakan Sumbar atau Riau. Dalam kegiatan kemanusiaan, kita harus bersatu,” tuturnya. Hal ini menunjukkan komitmen Polri untuk bekerja sama dalam upaya membantu masyarakat yang terkena dampak bencana, tanpa memandang provinsi asalnya.

Dengan kombinasi teknologi modern dan tenaga manusia yang terlatih, Polda Riau berkomitmen untuk memberikan bantuan maksimal dalam upaya penyelamatan dan pemberian bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana.