Penyaluran Pembiayaan Mobil Bekas Capai Rp 3,3 Triliun

PT Mandiri Utama Finance (MUF) mencatat penyaluran pembiayaan mobil bekas sebesar Rp 3,3 triliun hingga Oktober 2025. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan, yaitu sebesar 17,5%. Dalam beberapa tahun terakhir, segmen pembiayaan kendaraan bekas terus berkembang dan menjadi bagian penting dari strategi bisnis MUF.

Elisabeth Lidya Sirait, Corporate Secretary & Legal Division Head MUF, menjelaskan bahwa baik pembiayaan mobil baru maupun mobil bekas menunjukkan kinerja yang stabil sepanjang tahun ini. Meskipun pasar mobil baru sedang agresif dalam menggelar promo akhir tahun, permintaan untuk kendaraan bekas tetap kuat. Hal ini disebabkan oleh fleksibilitas harga yang menjadi pertimbangan utama bagi konsumen.

“Bukan soal nasib berbeda, tetapi kebutuhan konsumen yang beragam dan saling melengkapi,” ujar Elisabeth. Menurutnya, setiap segmen memiliki peran masing-masing dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda.

Partisipasi dalam Ajang MOBEX

Untuk memaksimalkan momentum ini, MUF aktif berpartisipasi dalam ajang Mobil Bekas Expo (MOBEX), yang melibatkan sejumlah showroom besar. Kegiatan ini tidak hanya membantu menyediakan pilihan kendaraan bekas berkualitas, tetapi juga menjaga dinamika pasar tetap sehat. Melalui MOBEX, MUF memberikan kesempatan bagi calon konsumen untuk lebih mudah mengakses informasi dan produk kendaraan bekas yang layak.

Dari sisi kualitas pembiayaan, kontribusi non-performing financing (NPF) segmen mobil bekas MUF tercatat stabil. Saat ini, NPF mobil bekas berada di peringkat kedua setelah mobil baru. Hal ini sejalan dengan fakta bahwa porsi pembiayaan mobil bekas masih lebih kecil dibandingkan segmen kendaraan baru.

Strategi Jaga Kualitas Pembiayaan

Menurut Elisabeth, MUF menjaga kualitas pembiayaan mobil bekas melalui beberapa langkah strategis. Pertama, penerapan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses pencairan dana. Kedua, penguatan proses penilaian risiko yang berbasis data. Ketiga, kolaborasi dengan mitra showroom yang memiliki rekam jejak baik.

Dengan pendekatan ini, MUF mampu memastikan bahwa pembiayaan mobil bekas tetap aman dan dapat diandalkan. Selain itu, kerja sama dengan showroom ternama juga membantu memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan yang ditawarkan.

Tantangan dan Peluang di Pasar Mobil Bekas

Meski pasar mobil bekas menghadapi berbagai tantangan, seperti persaingan dengan mobil baru dan fluktuasi harga, MUF tetap optimis. Perusahaan percaya bahwa permintaan akan kendaraan bekas akan terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat ekonomis dan keberlanjutan.

Selain itu, MUF juga terus memperluas jaringan mitra dan meningkatkan layanan digital untuk memudahkan proses pengajuan dan pembayaran pembiayaan. Dengan inovasi ini, diharapkan lebih banyak konsumen bisa mengakses pembiayaan mobil bekas secara efisien dan nyaman.