Lokakarya Pengembangan Ekosistem Agroteknologi di Kawasan Transmigrasi Ponu
Kegiatan Lokakarya bertajuk “Membangun Ekosistem Agroteknologi Kawasan Transmigrasi Ponu Yang Inklusif, Produktif dan Berkelanjutan” telah diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) Agroteknologi Universitas Timor (Unimor). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Arnoldus Fapertasaintek Unimor pada hari Kamis, 27 November 2025. Lokakarya ini menjadi momen penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, LSM, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekosistem yang tidak hanya produktif tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.
Narasumber dan Partisipasi Aktif
Lokakarya ini dihadiri oleh tiga narasumber yang berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS). Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Hermanu Triwidodo, MSc, Herawati, S. E., M. Si, serta Ahmad Basshofi Habieb, ST., MT. PhD. Ketiga dosen tersebut memberikan materi yang berkaitan dengan pengembangan agroteknologi yang berkelanjutan.
Kegiatan ini dibuka oleh Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo yang diwakili oleh Kadis Nakertrans TTU, Simon Soge. Hadir juga para kepala dinas lingkup Pemkab TTU, jajaran, LSM, dosen dan mahasiswa Universitas Timor beserta Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi Ponu. Lokakarya dipimpin oleh Ketua Panitia Lokakarya sekaligus Dosen Prodi Agroteknologi Unimor, Dr. Nikolas Nik, S.P., M.Si, Ketua Prodi Agroteknologi sekaligus Dosen Unimor, Andreas Kefi, S.P., M.Si, dan Aloysius Rusae, S.P., M.Si sebagai Anggota Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi.
Harapan Rektor Unimor
Rektor Unimor, Dr. Stefanus Sio, M. P menyampaikan rasa bangga atas keterlibatan Unimor dalam kegiatan Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi ini. Ia menilai hal ini sesuai dengan amanat dimana semua perguruan tinggi harus berkolaborasi dalam kegiatan Tri Dharma. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Tim dari IPB dan ITS yang telah melibatkan dosen Unimor dalam kegiatan tersebut.
Stefanus berharap, kegiatan lokakarya ini bisa menghasilkan rekomendasi yang bisa diimplementasikan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten TTU khususnya di wilayah Transmigrasi Ponu.
Penekanan Pemerintah TTU
Sementara itu, Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten TTU, Simon Soge mengatakan bahwa kehadiran semua pihak pada kesempatan itu di bawah sebuah kesadaran kolektif bahwa Kawasan Transmigrasi Ponu bukan sekadar wilayah administrasi melainkan simpul harapan.
Ia menjelaskan bahwa penetapan Kawasan Transmigrasi Ponu sebagai salah satu dari 52 kawasan strategis nasional oleh pemerintah pusat merupakan sebuah amanah besar. Amanah ini menempatkan wilayah Ponu untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di NTT khususnya di Timor Tengah Utara.
Potensi dan Kebutuhan Kolaborasi
Penempatan kawasan strategis nasional ini bukan tanpa alasan. Desa Ponu memiliki sumber daya alam yang luar biasa dan komunitas yang gigih. Namun, potensi ini membutuhkan sentuhan ilmiah, perencanaan matang dan kolaborasi terstruktur agar dapat bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi nyata.
Ia menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, melalui Program Ekspedisi Patriot. Program ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah pusat dalam memajukan transmigrasi melalui pendekatan berbasis data dan keilmuan. Melalui Program Ekspedisi Patriot ini juga Kementerian Transmigrasi mengirim 3 tim kajian yang terdiri dari para akademisi terbaik bangsa dari IPB dan ITS yang hadir untuk memberikan rekomendasi terbaik dalam pengembangan Kawasan Transmigrasi Ponu.
Peran Para Pakar
Kehadiran para pakar ini menjadi katalisator perubahan. Tugas mereka tidak sekadar membuat laporan melainkan merumuskan fondasi kokoh bagi pembangunan berkelanjutan di Ponu.

Tinggalkan Balasan