TANGERANG, Suratkabar.id

Pebalap reli internasional asal Indonesia, Rifat Sungkar, kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Pria yang juga menjadi Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia ini berhasil menembus posisi 11 selama tiga hari berturut-turut di ajang balapan Adelaide Rally, Australia, belum lama ini.

Ini merupakan pencapaian yang sangat menggembirakan, terlebih setelah Indonesia Rally Team absen dari ajang internasional selama sekitar 30 tahun. Rifat menyampaikan bahwa jumlah peserta pada tahun ini mencapai 497 orang.

“Saya membawa rombongan tiga orang, tapi seperti biasa saya menggunakan mobil yang sangat unik, yaitu Mitsubishi Xpander AP4,” ujarnya saat berbicara dalam acara GJAW 2025, Rabu (26/11/2025).

Sebagai Wakil Ketua IMI (Ikatan Motor Indonesia) Bidang Mobilitas, Rifat juga menceritakan pengalaman berkesan selama berada di Adelaide. Salah satu momen yang ia kenang adalah ketika membawa Xpander AP4 ke diler Mitsubishi yang ada di sana dengan tujuan untuk berfoto sebagai kenang-kenangan.

“Semua diler Mitsubishi hadir pada hari itu dan semuanya bilang, ini dia nih mobil yang sangat terkenal, akhirnya kita lihat depan mata,” kenang Rifat.

Meski Xpander AP4 yang digunakannya tidak dirancang untuk reli di jalan aspal, mobil ini mampu berada di top 3 atau top 5 saat jalanan sedang hujan. Hal ini memberikan respons positif dari berbagai pihak setelah Rifat menempati posisi 11.

“Karena tahun ini menjadi tahun belajar. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa lebih baik lagi. Siapa tahu bisa lebih kencang lagi daripada tahun ini,” katanya.

Pengalaman Berharga di Adelaide Rally

Rifat Sungkar tidak hanya menorehkan prestasi, tetapi juga menghadapi tantangan yang cukup berat selama kompetisi. Dalam beberapa sesi balapan, ia harus beradaptasi dengan kondisi jalan yang berbeda-beda, termasuk cuaca yang tidak menentu. Meskipun demikian, ia tetap mampu mempertahankan performa yang stabil.

  • Dalam beberapa kesempatan, Rifat mengatakan bahwa mobil yang digunakan memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan mobil reli lainnya. Meskipun bukan desain khusus untuk reli jalan aspal, mobil ini mampu menunjukkan kemampuan yang luar biasa.
  • Ia juga menyebutkan bahwa timnya bekerja keras untuk memperbaiki kelemahan mobil tersebut, sehingga bisa bersaing dengan peserta lain.

Komentar dari Pihak Terkait

Respons positif dari berbagai pihak tidak hanya datang dari penonton, tetapi juga dari para penggemar mobil dan pebalap lainnya. Beberapa dari mereka menyampaikan apresiasi atas usaha Rifat dalam membawa nama Indonesia di ajang internasional.

  • “Ini adalah langkah penting bagi olahraga mobil di Indonesia,” kata salah satu penggemar.
  • “Saya harap Rifat terus berkembang dan bisa membawa prestasi lebih tinggi lagi.”

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meski meraih posisi 11, Rifat mengakui bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki. Ia menyadari bahwa mobil yang digunakan masih memiliki keterbatasan, terutama dalam hal aerodinamika dan handling.

Namun, ia tetap optimis bahwa tahun depan akan menjadi tahun yang lebih baik.

  • “Kami akan terus belajar dan memperbaiki segala kekurangan,” ujarnya.
  • “Mudah-mudahan, kami bisa menembus posisi yang lebih tinggi dan membawa kebanggaan bagi Indonesia.”

Dengan semangat dan tekad yang kuat, Rifat Sungkar siap menghadapi tantangan baru dan terus menorehkan prestasi di dunia balap reli internasional.