Pergerakan Indeks Bisnis-27 pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Pada perdagangan hari ini, Kamis (27/11/2025), indeks Bisnis-27 dibuka melemah. Meskipun demikian, beberapa saham seperti BRPT, INKP, dan ADMR mampu menunjukkan kinerja yang solid di awal perdagangan.
Berdasarkan data dari Bursa pukul 09.05 WIB, indeks hasil kerja sama antara Bursa dengan Harian Bisnis Indonesia dibuka melemah sebesar 0,43% ke level 555,10. Dari 27 konstituen, terdapat 6 saham yang menguat, 15 saham yang melemah, dan 6 saham lainnya yang stagnan.
Penguatan Saham yang Signifikan
Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) menjadi salah satu saham yang menguat dengan kenaikan sebesar 1,71% ke Rp3.570. Diikuti oleh PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang naik 1,58% dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) yang menguat 1,15%.
Selain itu, beberapa saham lainnya juga mengalami penguatan, seperti PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang naik 1,04%, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) yang menguat 0,46%, serta PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang menguat 0,33%.
Pelemahan Saham yang Mencatatkan Kekurangan
Di sisi lain, beberapa saham mengalami pelemahan. Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi yang terbanyak terkoreksi dengan penurunan sebesar 2,31%. Disusul oleh PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) yang turun 2,09% dan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) yang turun 1,99%.
Pelemahan juga dialami oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 1,88%, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang turun 1,49%, PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) yang turun 1,05%, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) yang turun 1,01%.
Saham yang Stagnan
Beberapa saham lainnya bergerak stagnan pada pembukaan perdagangan. Contohnya adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), serta PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC).
Analisis Teknikal IHSG
Sebelumnya, analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyatakan bahwa secara teknikal, IHSG masih memiliki peluang untuk menguat ke level resistance terdekat di area 8.623 pada perdagangan hari ini.
Pada perdagangan Rabu (26/11/2025), IHSG ditutup menguat 0,94% ke level 8.602,13. Penguatan IHSG saat itu lebih didorong oleh investor domestik, yang tercermin dari net sell asing mencapai Rp506 miliar kemarin.
“Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan tren naik dengan resistance terdekat di 8.623. Sentimen pasar didukung oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed serta pernyataan positif Kemenkeu mengenai prospek ekonomi domestik, yang bersama-sama memperkuat risk appetite investor,” ujar Reza dalam riset yang dipublikasikan Kamis (27/11/2025).
Catatan Penting
Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Suratkabar.id tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan