Pencapaian Istimewa SMP IT Al Mashduqi Garut di Hari Guru Nasional 2025

Pada perayaan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, keluarga besar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Terpadu (IT) Al Mashduqi Garut merayakan momen yang tak terlupakan. Dalam upacara puncak peringatan HGN tingkat Kabupaten Garut yang berlangsung di Lapangan Otto Iskandar Dinata, sekolah tersebut menerima penghargaan istimewa sebagai Sekolah Peduli Lingkungan Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Penghargaan ini menjadi sorotan utama dalam perayaan yang khususnya didedikasikan untuk para pendidik. Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Garut, Abduy Syakur Amin, kepada Kepala SMP IT Al Mashduqi Garut, Nispi Gustia Nurani. Prosesi penyerahan dilakukan di hadapan Wakil Bupati Garut, Lutfianisa Putri Karlina, Sekretaris Daerah, Nurdin Yana, serta jajaran Forkopimda dan ribuan guru yang hadir dalam upacara. Hal ini menambahkan nuansa sakral sekaligus mengukuhkan prestasi ini sebagai pencapaian yang membanggakan bagi dunia pendidikan di Garut.

Menurut Nispi Gustia Nurani, Kepala Sekolah SMP IT Al Mashduqi Garut, penghargaan ini tidak muncul begitu saja. Selama beberapa tahun terakhir, sekolah tersebut telah konsisten menjalankan program-program lingkungan yang berkelanjutan. Beberapa inisiatif yang diterapkan antara lain gerakan hemat energi, pengelolaan sampah berbasis ekosistem sekolah, serta kegiatan pembiasaan cinta alam yang melibatkan seluruh siswa.

“Semua ini menjadi perwujudan visi sekolah, yakni Habituasi Pendidikan Karakter Generasi Qur’ani Menuju Sekolah Unggul Berwawasan Global dan Kelestarian Lingkungan,” ujar Nispi yang terlihat bangga dengan pencapaian ini.

Ia menyebutkan bahwa bagi para guru di sekolah tersebut, momen ini seolah menjadi apresiasi nyata atas kerja sunyi mereka selama ini. Perayaan HGN bukan hanya tentang penghormatan terhadap profesi mulia itu, tetapi juga pengingat bahwa pendidikan sejati tidak berhenti pada pencapaian akademik semata.

Di SMP IT Al Mashduqi Garut, kata Nispi, guru atau yang mereka sebut Insan Penggerak, juga menanamkan nilai kepedulian, tanggung jawab, serta kecintaan pada lingkungan kepada para peserta didik. Oleh karena itu, ia mengapresiasi capaian ini sebagai buah kerja bersama seluruh warga sekolah.

“Penghargaan ini adalah hasil sinergi seluruh guru, siswa, dan orang tua. Kami selalu percaya bahwa pendidikan karakter tidak berhenti di ruang kelas, tetapi harus terlihat nyata dalam perilaku peduli lingkungan setiap hari. Ini bagian dari ikhtiar kami mewujudkan generasi Qur’ani yang unggul, berakhlak, dan bertanggung jawab terhadap bumi yang Allah titipkan,” ujar Nispi.

Lebih dari sekadar prestasi, menurutnya, penghargaan ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat melahirkan dampak besar. Di lingkungan sekolah, upaya menjaga bumi dapat dimulai dari tindakan sederhana: memilah sampah, merawat tanaman, hingga menggunakan energi secara bijak.

Nispi menyebutkan bahwa SMP IT Al Mashduqi Garut membuktikan bahwa pembiasaan seperti itu dapat membentuk karakter generasi yang lebih sadar lingkungan. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Barat.

Dengan terus mendorong inovasi dalam pengintegrasian pendidikan lingkungan ke dalam kurikulum, ungkapnya, seluruh elemen pendidikan dapat berperan aktif dalam menciptakan ekosistem belajar yang ramah bumi. Penghargaan ini sekaligus menandai bahwa pendidikan yang unggul adalah pendidikan yang tak hanya mencerdaskan, tetapi juga menjaga kelestarian masa depan.