Strategi Ganda NTB dalam Mengatasi Kemiskinan Ekstrem
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki pendekatan unik dalam mengatasi kemiskinan ekstrem. Dengan strategi ganda yang dikenal sebagai Program Desa Berdaya, NTB berupaya membangun potensi lokal dan memberikan intervensi langsung kepada keluarga miskin ekstrem. Pendekatan ini terbagi menjadi dua skema utama: Skema Tematik dan Skema Transformatif.
Skema Tematik: Membangun Ekosistem Desa Berbasis Potensi
Skema Tematik bertujuan untuk membangun ekosistem desa berdasarkan potensi lokal yang ada. Penerapan skema ini dilakukan di 1.166 desa dan kelurahan di NTB. Proses dimulai dengan pemetaan profil desa yang mendalam, seperti daerah pesisir, daerah pedesaan, atau kawasan hutan. Data ini digunakan untuk menentukan prioritas intervensi, seperti fokus pada “desa hijau”, “desa bebas stunting”, penguatan BUMDes, atau 17 tema lainnya.
Intervensi yang dilakukan meliputi peningkatan fasilitas dan pengembangan potensi lokal agar ekosistem desa menjadi lebih produktif. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan pendekatan ini, setiap desa dapat memaksimalkan potensinya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Skema Transformatif: Intervensi Khusus untuk Memutus Rantai Kemiskinan
Berbeda dengan Skema Tematik yang bersifat umum, Skema Transformatif merupakan pendekatan yang lebih spesifik dan personal. Skema ini dirancang untuk menargetkan rumah tangga miskin ekstrem secara langsung. Fokus utamanya adalah pada 106 desa yang memiliki basis utama Kepala Keluarga (KK) miskin ekstrem.
Pada tahap awal tahun 2026, program ini akan menyasar 40 desa dengan jumlah KK miskin ekstrem sebanyak 7.250. Intervensi yang dilakukan didasarkan pada verifikasi ketat data Desil 1, diikuti dengan kunjungan langsung oleh pendamping desa. Pendamping ini akan melakukan wawancara mendalam terhadap masyarakat miskin ekstrem untuk mengetahui minat atau potensi usaha mereka.
Tujuan dari Skema Transformatif adalah memastikan setiap keluarga memiliki minimal dua mata pencarian. Hal ini bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan pendekatan ini, intervensi tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.
Keberhasilan Strategi Ganda
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) NTB, Lalu Hamdi, menekankan bahwa kunci keberhasilan dari strategi ini terletak pada pemisahan pendekatan antara skala besar dan skala individu. Dengan dua skema tersebut, NTB berharap dapat menciptakan perubahan nyata dalam mengatasi kemiskinan ekstrem.
Strategi ganda ini tidak hanya memperhatikan pembangunan infrastruktur dan ekonomi desa, tetapi juga memberikan dukungan langsung kepada keluarga-keluarga miskin. Dengan demikian, setiap intervensi yang dilakukan diharapkan memberikan dampak maksimal dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Program Desa Berdaya yang dicanangkan oleh NTB menunjukkan komitmen serius dalam mengatasi kemiskinan ekstrem. Melalui pendekatan yang terstruktur dan berbasis data, NTB berusaha membangun ekosistem desa yang kuat serta memberikan bantuan yang tepat sasaran kepada masyarakat miskin. Dengan kombinasi antara Skema Tematik dan Skema Transformatif, NTB berharap dapat menciptakan perubahan yang signifikan dan berkelanjutan bagi masyarakatnya.

Tinggalkan Balasan