Pentingnya Pemerataan Akses Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat Lombok Timur

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya kembali menegaskan bahwa pemerataan akses keuangan adalah fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Audiensi Penyampaian Hasil Market Research Survey Akses Keuangan Daerah (SASKAD) dan percepatan Inklusi Keuangan di Lombok Timur, yang berlangsung pada Kamis 20 Nopember 2025.

Dalam sambutannya, Wabup menyebutkan bahwa keberadaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) menjadi elemen strategis dalam menjembatani berbagai permasalahan keuangan masyarakat. Mulai dari akses layanan, literasi keuangan hingga membuka peluang ekonomi baru, TPKAD dianggap sebagai kunci untuk menyelesaikan masalah keuangan dan membuka pintu kesejahteraan bagi masyarakat Lombok Timur.

Edwin menekankan bahwa akses keuangan tidak boleh hanya dinikmati oleh sebagian kelompok masyarakat. Ia menilai pemerataan sebagai prinsip utama. “Akses keuangan harus merata, tidak boleh ada satu pun warga Lotim yang tertinggal,” ujarnya di hadapan para pemangku kepentingan.

Sejalan dengan target inklusi keuangan nasional, Pemkab Lombok Timur melalui TPKAD juga tengah memperluas jangkauan program literasi keuangan kepada kalangan pelajar. Salah satu program yang disebutkan adalah Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), yang dianggap sebagai investasi jangka panjang agar generasi muda terbiasa mengelola keuangan sejak dini.

“Kami ingin setiap pelajar di Lotim punya rekening sendiri dan belajar literasi sejak bangku sekolah,” tambah Wabup.

Menurut Edwin, peningkatan literasi keuangan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga turut menentukan masa depan keluarga di Lombok Timur. Ia menegaskan bahwa kemampuan masyarakat memahami produk keuangan dapat mencegah mereka terjebak dalam praktik keuangan yang merugikan dan memberi ruang lebih luas bagi peningkatan taraf hidup.

“Meningkatkan literasi keuangan bukan hanya soal ekonomi, tapi juga masa depan keluarga di Lombok Timur,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, hasil sementara Survei SASKAD juga dipaparkan. Survei tersebut, menurut Wabup, menjadi bahan penting untuk memetakan kondisi riil masyarakat, termasuk hambatan akses keuangan dan kebutuhan layanan di tingkat desa. Ia menyebut survei ini sebagai kompas yang akan menuntun arah kebijakan inklusi keuangan daerah.

“Survei SASKAD menjadi peta jalan masa depan inklusi keuangan Lombok Timur,” katanya.

Selain Pemerintah Daerah, acara tersebut juga dihadiri oleh OJK, Bappenas, Bank Indonesia, BPS, serta lembaga keuangan dan pemangku kepentingan lainnya. Mereka turut memberikan masukan dan apresiasi terhadap langkah Kabupaten Lombok Timur, terutama setelah daerah ini meraih TPKAD Award, sebuah pengakuan atas komitmen memperluas akses keuangan masyarakat.

Wabup mengakhiri sambutannya dengan mengajak semua pihak memperkuat kolaborasi demi terwujudnya Lombok Timur yang lebih sejahtera dan berdaya saing. Menurutnya, kerja sama lintas lembaga menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan ekonomi masyarakat melalui akses dan literasi keuangan yang merata serta berkualitas.

“Dengan sinergi yang kuat, inklusi keuangan bukan lagi cita-cita, tetapi kenyataan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.