Kontingen Sumatera Utara Kembali Menorehkan Prestasi di Kejuaraan Atletik Asia Tenggara
Kontingen Sumatera Utara kembali menunjukkan kekuatannya dalam ajang atletik regional. Pada Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 & U20 2025, para atlet muda asal Sumut berhasil meraih empat medali yang terdiri dari satu emas, dua perak, dan satu perunggu. Prestasi ini menjadi bukti bahwa Sumatera Utara masih menjadi salah satu provinsi yang memiliki potensi besar dalam dunia atletik.
Medali Emas Dipersembahkan oleh Keisa Sihotang
Medali emas pertama diraih oleh Keisa Sihotang di nomor 2.000 meter steeplechase U18 putri. Pelari muda dari Dairi ini tampil luar biasa dan berhasil memecahkan rekor nasional yang sebelumnya dipegang oleh Adinda Ayuningtyas sejak tahun 2007. Keisa mencatat waktu 7 menit 24,28 detik, yang lebih baik tipis dari rekor lama sebesar 7 menit 24,40 detik.
Keisa mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian ini. Ia mengatakan bahwa selain memperbaiki rekor nasional, ia juga berharap dapat membantu Indonesia menjadi juara umum dalam kejuaraan tersebut. “Rasanya luar biasa. Selain berhasil memperbaiki rekor nasional, kami juga ikut mengantarkan Indonesia menjadi juara umum. Tentu ini membuat saya semakin bersemangat,” ujarnya setelah perlombaan di Stadion Madya Atletik Sumut, Selasa (18/11/2025).
Medali Perak dari Jakabiran Harahap dan Sultan Hasibuan
Di nomor lain, sumbangan medali perak datang dari Jakabiran Harahap di kategori lari 1.500 meter serta Sultan Hasibuan pada nomor steeplechase 3.000 meter U18. Kedua atlet ini tampil kompetitif dan memberikan kontribusi penting bagi kontingen Sumatera Utara.
Jendri Pakpahan Meraih Medali Perunggu
Selain itu, Jendri Pakpahan berhasil meraih medali perunggu di steeplechase 3.000 meter U20. Meski hanya mendapatkan medali perunggu, prestasi ini tetap menjadi angka penting dalam pengembangan atletik di Sumatera Utara.
Penilaian Ketua PB PASI Sumut
Ketua PB PASI Sumut, David Luther Lubis, memberikan apresiasi penuh atas pencapaian atlet-atlet Sumut. Ia menyebut hasil ini tak lepas dari proses pembinaan berkelanjutan serta fasilitas latihan yang semakin baik di Sumatera Utara.
“Kami bangga atlet-atlet binaan SPOBDA Sumut mampu mempersembahkan medali lengkap—emas, perak, dan perunggu—bahkan sampai memecahkan rekor nasional. Ini bukti bahwa program pembinaan berjalan di jalur yang benar,” ucap David.
Ia menambahkan bahwa kejuaraan usia muda seperti ini menjadi barometer perkembangan atletik nasional. Dengan capaian yang ditorehkan atlet Sumut, David optimistis provinsi ini akan terus menjadi tulang punggung atletik Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
“Ajang ini menggambarkan potensi atlet Indonesia untuk dua hingga tiga tahun ke depan. Kami yakin Sumatera Utara akan terus melahirkan atlet-atlet berprestasi bagi Indonesia,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan