Garuda Indonesia Akan Salurkan Dana Danantara untuk Peningkatan Modal Citilink
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) telah mengambil langkah penting dalam meningkatkan modal perusahaan melalui penyertaan modal dari PT Danantara Asset Management (Persero). Penyertaan ini dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada Rabu, 12 November 2025.
Dalam RUPSLB tersebut, para pemegang saham menyetujui penyertaan modal sebesar Rp23,67 triliun dari Danantara. Penyertaan ini dilakukan dengan dua cara, yaitu setoran modal tunai sebesar Rp17,02 triliun dan konversi utang pinjaman pemegang saham sebesar Rp6,65 triliun. Sebagian besar dana yang diterima oleh GIAA akan dialokasikan kepada anak usahanya, Citilink, sebagai peningkatan modal hingga mencapai Rp14,9 triliun.
Peningkatan modal Citilink direncanakan akan dilakukan pada Desember 2025. Dari total dana yang disalurkan, sebanyak 47,45% atau senilai Rp11,23 triliun akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan operasional Citilink. Dana ini termasuk pembayaran biaya perawatan dan perbaikan pesawat. Sumber dana berasal dari konversi shareholder loan (SHL) sebesar Rp4,82 triliun dan setoran modal tunai sebesar Rp6,40 triliun.
Selain itu, sekitar 15,77% atau sebesar Rp3,73 triliun akan digunakan untuk membayar seluruh utang pokok pembelian bahan bakar pesawat Citilink. Utang ini dimiliki Citilink kepada Pertamina dengan nilai US$225 juta dalam perjanjian antara Pertamina dan Citilink pada 8 Desember 2023.
Sementara itu, sebesar 36,78% dari suntikan Danantara atau setara dengan Rp8,70 triliun akan digunakan oleh GIAA untuk modal kerja dan operasional perseroan. Dana ini akan digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pembayaran biaya perawatan dan perbaikan pesawat di bawah GIAA. Dari total dana tersebut, sebesar Rp1,82 triliun atau 7,7% berasal dari SHL, sedangkan sisanya sebesar 29,08% berasal dari aksi penambahan modal tunai.
Perawatan dan perbaikan pesawat akan dilakukan oleh PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. (GMFI) atau dengan perusahaan MRO lainnya sesuai dengan perjanjian tertanggal 12 Maret 2018 antara GIAA dengan GMFI.
Revisi Rencana Penggunaan Dana
Sebelumnya, GIAA merencanakan penggunaan dana hasil penyertaan modal dengan alokasi 29% untuk modal kerja dan operasional perseroan, 37% untuk Citilink sebagai modal kerja dan operasional, serta 22% untuk ekspansi armada. Namun, dalam keterbukaan informasi tanggal 11 November 2025, GIAA memutuskan untuk menghilangkan rencana ekspansi armada baik untuk perseroan maupun anak usaha. Hal ini berarti seluruh penyertaan modal yang diperoleh GIAA akan digunakan sepenuhnya untuk modal kerja dan operasional.
Perkembangan Keuangan Garuda Indonesia
Meski ada rencana peningkatan modal, Garuda Indonesia masih mencatatkan kerugian bersih sebesar US$182,53 juta pada kuartal III/2025. Kerugian ini bahkan meningkat sebesar 39,10% secara tahunan dibandingkan kerugian bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$131,22 juta.
Selain itu, GIAA masih menghadapi tantangan dalam bentuk ekuitas negatif. Hingga akhir September 2025, GIAA memiliki aset sebesar US$6,75 miliar, sementara liabilitasnya mencapai US$8,28 miliar. Akibatnya, ekuitas GIAA tercatat minus US$1,53 miliar.
Komentar dari Pihak Terkait
Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyatakan bahwa suntikan dana kepada GIAA merupakan bagian dari proses restrukturisasi. Ia optimis bahwa dampak dari restrukturisasi ini akan terasa pada tahun depan, sehingga GIAA dapat masuk ke fase sehat dan mulai meraih keuntungan.
“Garuda Indonesia tahun depan akan meraup keuntungan dan dengan demikian masuk ke fase sehat. Melihat potensi yang ada, kami sangat yakin Garuda masuk ke fase positif,” ujar Dony dalam sebuah konferensi pers beberapa waktu lalu.
Disclaimer
Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Suratkabar.id tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan