Pemkab Lamongan Terus Pantau dan Bersihkan Drainase Akibat Curah Hujan Tinggi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, mengambil langkah cepat dalam memantau dan membersihkan saluran drainase akibat curah hujan yang mencapai 117,5 mm. Dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yaitu Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) serta Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA), bekerja sama untuk memastikan tidak terjadi penumpukan air di kawasan perkotaan.

Genangan air yang sering muncul setiap kali turun hujan menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat. Dua OPD tersebut telah intens melakukan pemantauan terhadap kondisi drainase sejak dua hari terakhir. Tujuannya adalah memastikan aliran air tidak terhambat, sehingga tidak terjadi genangan yang berlarut-larut.

Kepala DPRKPCK Lamongan, M Fahrudin Ali Fikri, menyebut bahwa tingginya intensitas hujan menjadi faktor utama kemunculan genangan. Curah hujan yang biasanya hanya berkisar 50 mm kini melonjak menjadi 106,5 mm, bahkan sempat mencapai 117,5 mm pada malam hari. Hal ini membuat pihaknya harus lebih waspada dalam menangani masalah genangan air.

Kolam Retensi dan Normalisasi Drainase Bantu Surutkan Genangan

Untuk meminimalkan genangan, Pemkab Lamongan melakukan pemantauan terpadu, termasuk pembersihan saluran kecil hingga besar agar air dapat mengalir ke pembuangan di sisi utara kota. Fahrudin menjelaskan bahwa adanya kolam retensi Sidokumpul dan normalisasi drainase yang dilakukan secara berkelanjutan membantu genangan air surut lebih cepat.

“Kolam ini menjadi penampung sementara, sehingga volume air di jalur perkotaan dapat dikendalikan. Minimal genangan tidak bertahan lama,” jelas Fahrudin. Dua tahun lalu, hujan dengan curah 25 mm saja bisa menyebabkan banjir di Lamongan. Kini, meski hujan deras, genangan menghilang dalam waktu singkat.

Selain itu, pemerintah juga sedang mengkaji penerapan sistem perpompaan sebagai solusi tambahan untuk mempercepat aliran air. Sebab, tidak semua saluran bisa diperbesar. Fahrudin menegaskan bahwa saluran disebut bermasalah apabila air tidak mengalir. Namun saat hujan deras beberapa waktu lalu, seluruh saluran tetap bergerak, sehingga genangan cepat surut.

Penanganan di Titik Rawan dan Pembersihan Berkala

Pemkab Lamongan juga meningkatkan penanganan di titik rawan seperti Jalan Ahmad Dahlan, Ahmad Yani, Basuki Rahmat, Suwoko, Sumargo dan Kusuma Bangsa melalui pengerukan sedimentasi serta pembersihan berkala. Ini dilakukan untuk memastikan aliran air tetap lancar dan mengurangi risiko genangan.

Syaikhu Rahman, Kabid Operasional dan Pemeliharaan Dinas PU SDA Lamongan, menuturkan bahwa hambatan aliran tidak hanya berasal dari faktor teknis, tetapi juga perilaku masyarakat dalam membuang sampah sembarangan. “Banyak hambatan yang kami temui, terutama sampah yang terbawa aliran. Ini memengaruhi kinerja saluran kota,” ujarnya.

Meski begitu, saluran strategis seperti Jalan Veteran, Sidokumpul, gorong-gorong RSUD, Dapur, hingga Kali Kenceng masih bekerja maksimal. Menurutnya, cepatnya surut genangan menunjukkan pemeliharaan saluran yang dilakukan sepanjang tahun telah berdampak nyata.

Normalisasi dan Pengerukan Terus Dilanjutkan

Dengan musim hujan masih berlangsung, seluruh pekerjaan normalisasi drainase, pengerukan sedimentasi, dan perbaikan jaringan dipastikan terus berjalan. “Semua saluran terus dipantau dan dibersihkan,” pungkas Syaikhu.

Pemkab Lamongan terus berupaya memastikan aliran air tetap lancar dan mengurangi risiko genangan. Dengan koordinasi yang baik antara dua OPD dan kebijakan pencegahan yang berkelanjutan, harapan besar diarahkan pada pengurangan dampak banjir di kawasan perkotaan.