Kejadian Pembacokan di Pontren Ciawi, Tasikmalaya
Pada hari Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 18.30 WIB, seorang pria menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK). Kejadian tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Korban inisial HN (25 tahun) mengalami luka bacok di bagian kepala setelah mengganti baju di kamar.
Kejadian ini terjadi di Kampung Bugel Wetan, Desa Gombong, Kecamatan Ciawi. Saat kejadian, kondisi pontren sedang sepi karena pimpinan pontren dan santri lainnya sedang melakukan ziarah ke Kabupaten Garut. Dalam situasi seperti ini, hanya tiga orang yang berada di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban sempat tergeletak di keramik ponten dengan kondisi berlumuran darah. Kejadian ini kemudian viral di media sosial Facebook, menunjukkan kondisi korban yang sangat memprihatinkan. Akibat luka yang dialaminya, korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis pertama.
Menanggapi kejadian ini, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Herman Saputra mengonfirmasi adanya kejadian pembacokan terhadap seorang santri di wilayah Ciawi. Menurutnya, kasus ini masih dalam proses penyelidikan.
“Intinya kasus ini masih dalam pendalaman. Kami bersama petugas satreskrim dari kemarin sudah cek TKP dan baru saja kembali ke TKP untuk menanyakan kejadian kepada ustad dan dua saksi lain,” jelas AKP Herman saat dikonfirmasi via telepon seluler pada Jumat (14/11/2025).
AKP Herman menjelaskan bahwa saat kejadian, kondisi pontren sedang sepi karena pimpinan pontren sedang ziarah ke Garut. “Ustadz pas kemarin kejadian lagi ziarah ke Garut, jadi di pontren hanya ada tiga orang saja di TKP,” tambahnya.
Sampai saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman kasus. Mereka sedang mengumpulkan barang bukti serta keterangan dari korban dan dua orang saksi termasuk pimpinan pontren.
“Kita dalami dulu, karena korban baru bisa diajak komunikasi hari ini. Sebelumnya sempat mendapatkan pengobatan,” katanya.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan beberapa indikasi yang mungkin bisa membantu proses penyelidikan lebih lanjut. Namun, hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai identitas pelaku atau motif di balik kejadian ini.
Polisi juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Mereka berharap para saksi dan keluarga korban dapat memberikan keterangan yang akurat untuk membantu proses penyelidikan.
Hingga saat ini, kasus pembacokan ini masih dalam proses penyelidikan dan pihak kepolisian akan terus mempercepat langkah-langkah investigasi untuk menemukan pelaku dan memberikan keadilan bagi korban.

Tinggalkan Balasan