Kripto Kembali Alami Penurunan Besar
Pasar kripto kembali mengalami gejolak yang cukup signifikan. Setelah sempat stabil di awal Oktober, tiba-tiba saja badai besar datang. Dalam waktu hanya beberapa minggu, tepatnya dari Oktober hingga awal November 2025, nilai pasar kripto global amblas sekitar US$340 miliar.
Bitcoin, yang selalu menjadi bintang utama di dunia kripto, ikut menjadi korban. Harga yang sebelumnya sempat melambung di atas US$104.800, jatuh bebas ke kisaran US$99.400 hanya dalam waktu kurang dari 12 jam.
Ternyata, penyebabnya bukan cuma karena faktor teknikal pasar. Ada drama besar dari dunia nyata juga. Presiden Trump mengumumkan tarif impor 100% untuk produk dari China dan boom pasar global langsung panik. Investor besar mulai keluar dari posisi mereka, dan aliran dana ratusan juta dolar dari ETF Bitcoin dan Ethereum pun kabur dalam waktu singkat. Ditambah lagi, suasana hati pasar (alias sentimen) makin suram, bikin tekanan di dunia kripto makin berat.
Efek Domino ke Seluruh Aset Kripto
Kejatuhan Bitcoin jelas bikin efek domino ke aset kripto lain. Dalam sehari:
- Ethereum (ETH) turun 7,1%
- Solana (SOL) anjlok 11%
- Dogecoin (DOGE) minus 9,8%
- XRP kehilangan 6,5% nilainya
Dalam waktu 24 jam, nilai posisi long yang terpaksa dilikuidasi mencapai US$1,27 miliar, dan total likuidasi di seluruh pasar menyentuh US$19,3 miliar hanya dalam 36 jam angka terburuk sejak Oktober 2025.
Di sisi lain, volume perdagangan di bursa besar seperti Binance dan Coinbase ikut jeblok lebih dari 20%. Banyak trader memilih diam dulu, menunggu badai reda. Tapi menariknya, permintaan terhadap stablecoin seperti USDT dan USDC malah naik tajam tanda orang-orang mulai lari ke “tempat aman”.
Indeks Fear & Greed terjun ke level 36 masuk zona “extreme fear”. Artinya? Ya, pasar lagi super takut. Banyak investor ritel menyerah dan mulai angkat tangan. Bahkan, postingan bertema “I’m out of crypto” di media sosial melonjak 280% hanya dalam 12 jam!
Prediksi dan Analisis Pasar
Tapi, beberapa analis justru melihat hal ini sebagai tanda bahwa pasar sudah “kapitulasi”, alias banyak yang sudah menyerah. Biasanya, fase kayak gini justru jadi awal dari pemulihan alias “relief rally”.
Meski suasana suram, sebagian analis tetap optimis. Trader kripto Dave Weisberger menilai kondisi sekarang justru lebih sehat dibanding siklus-siklus sebelumnya. Katanya, harga Bitcoin saat ini masih di bagian bawah rentang harga, bukan di puncak artinya masih ada ruang untuk naik.
Namun, kalau harga gagal menembus area penting di sekitar US$116.000, pasar bisa saja lanjut koreksi lebih dalam sebelum akhir tahun.
Pelajaran dan Peluang
Kejatuhan pasar kripto sebesar US$340 miliar ini jadi pengingat keras bahwa dunia kripto memang penuh kejutan. Volatilitasnya bisa bikin jantung sport jantung tapi juga selalu menyimpan peluang.
Bagi investor jangka panjang, fase “darah di jalanan” seperti ini kadang justru jadi momen emas buat akumulasi aset digital di harga miring. Karena, seperti yang sudah sering terjadi: setelah badai besar, biasanya muncul pelangi.

Tinggalkan Balasan