Kongres Amerika Serikat (AS) akhirnya mencapai kesepakatan untuk memulihkan pendanaan federal dan mengakhiri penutupan pemerintah yang terlama dalam sejarah AS. Meskipun demikian, belum ada kepastian kapan kesepakatan ini akan mendapatkan persetujuan akhir.

Kesepakatan tersebut akan memulihkan pendanaan bagi badan-badan federal, memberikan peluang bagi keluarga berpenghasilan rendah untuk kembali menerima subsidi pangan, serta membayar ratusan ribu pegawai federal yang tidak dibayar selama lebih dari sebulan. Selain itu, para pelancong yang menghadapi ribuan penerbangan yang dibatalkan juga akan diuntungkan.

Menurut laporan Reuters, kesepakatan ini akan memperpanjang pendanaan hingga 30 Januari. Dengan perpanjangan ini, pemerintah federal akan menambah utang sekitar $1,8 triliun per tahun, yang saat ini telah mencapai $38 triliun.

Saat ini, Partai Republik yang didukung oleh Presiden Donald Trump memegang mayoritas Kongres. Namun, Partai Demokrat menggunakan aturan yang memerlukan 60 dari 100 senator untuk menyetujui sebagian besar undang-undang. Hal ini dilakukan dalam upaya memperpanjang subsidi asuransi kesehatan bagi 24 juta warga Amerika yang akan berakhir pada akhir tahun ini.

Kompromi Senat akan menyelenggarakan pemungutan suara pada bulan Desember terkait RUU tersebut.

Beberapa minggu setelah Partai Demokrat memenangkan pemilihan penting di New Jersey dan Virginia, serta memilih sosialis demokrat sebagai wali kota New York City berikutnya, keputusan delapan anggota Demokrat moderat untuk memajukan kesepakatan tersebut memicu kemarahan di kalangan pemilih Demokrat.

Para pemilih Demokrat menyatakan bahwa tidak ada jaminan bahwa pemungutan suara RUU layanan kesehatan akan lolos di Senat atau Dewan Perwakilan Rakyat. Senator Dick Durbin dari Illinois, anggota Demokrat nomor 2 di majelis tersebut, mengatakan: “Kami berharap bisa berbuat lebih banyak. Penutupan pemerintah tampaknya menjadi kesempatan untuk mengarahkan kami pada kebijakan yang lebih baik. Namun, itu tidak berhasil.”

Sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos akhir Oktober menemukan bahwa 50% warga Amerika menyalahkan Partai Republik atas penutupan tersebut, sementara 43% menyalahkan Partai Demokrat. Saham AS naik pada hari Senin, didorong oleh berita kemajuan kesepakatan untuk membuka kembali pemerintahan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesepakatan

  • Perbedaan Pendapat antara Partai

    Partai Republik dan Partai Demokrat memiliki pandangan yang berbeda terkait pendanaan pemerintah. Partai Republik cenderung ingin mengurangi pengeluaran pemerintah, sedangkan Partai Demokrat ingin mempertahankan program-program yang bermanfaat bagi rakyat.

  • Aturan Pemungutan Suara di Senat

    Aturan yang memerlukan 60 suara dari 100 senator membuat proses pengambilan keputusan lebih rumit. Ini sering kali menyebabkan keterlambatan dalam pengesahan undang-undang.

  • Pemilu Daerah yang Berdampak pada Politik Nasional

    Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan daerah seperti New Jersey dan Virginia memberikan dorongan politik yang signifikan. Hal ini memengaruhi dinamika politik nasional dan memengaruhi keputusan partai-partai terkait kesepakatan.

Dampak Terhadap Masyarakat

  • Keluarga Berpenghasilan Rendah

    Keluarga yang bergantung pada subsidi pangan akan kembali menerima bantuan. Ini sangat penting bagi mereka yang mengalami kesulitan ekonomi.

  • Pegawai Federal

    Ratusan ribu pegawai federal yang tidak dibayar selama lebih dari sebulan akan menerima gaji mereka kembali. Ini akan memberikan kestabilan finansial bagi banyak keluarga.

  • Pelancong dan Industri Penerbangan

    Ribuan penerbangan yang dibatalkan akibat penutupan pemerintah akan kembali beroperasi. Ini akan memberikan dampak positif pada industri penerbangan dan pariwisata.

Tantangan yang Menghadang

  • Ketidakpastian dalam Proses Legislasi

    Meski ada kesepakatan awal, masih ada ketidakpastian apakah RUU akan disetujui di Senat atau Dewan Perwakilan Rakyat.

  • Kritik dari Internal Partai

    Beberapa anggota Partai Demokrat merasa bahwa kesepakatan ini tidak cukup untuk melindungi kepentingan rakyat. Mereka khawatir bahwa kebijakan yang diambil tidak cukup progresif.

  • Kepuasan Publik yang Masih Rendah

    Meski saham AS meningkat, kepuasan publik terhadap pemerintah masih rendah. Banyak warga merasa bahwa penutupan pemerintah tidak perlu terjadi dan bahwa pemerintah harus lebih bertanggung jawab.

Dengan semua faktor di atas, kesepakatan yang dicapai oleh Kongres AS merupakan langkah penting, tetapi masih ada tantangan yang harus dihadapi agar kebijakan yang diambil benar-benar bermanfaat bagi seluruh rakyat Amerika.