Sriharjo Forest Trail Run 2025: Memperkenalkan Potensi Alam dan Budaya Desa Sriharjo
Sriharjo Forest Trail Run (SFTR) 2025 kembali menjadi ajang lari lintas alam yang menarik perhatian lebih dari 500 peserta, baik dari dalam maupun luar negeri. Acara tahunan ini diselenggarakan di Desa Wisata Srikeminut, Sriharjo, Imogiri, dan menjadi salah satu kegiatan unggulan Pemkab Bantul. Tahun ini, SFTR mengambil tema “Awak Obah, Ati Bungah”, yang mencerminkan semangat untuk hidup sehat, kompak, dan penuh kebahagiaan.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan harapannya agar acara lari ini dapat terus digelar secara rutin. Ia berharap melalui SFTR, masyarakat dapat meningkatkan kesehatan dan semangat untuk membangun Bantul yang sejahtera. “Kesehatan adalah dasar dari pembangunan daerah,” ujarnya.
Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2023 dengan nama Sriharjo Fun Trail Run, acara ini telah berkembang menjadi ajang lari lintas alam yang populer. Awalnya, lomba hanya memiliki jarak 5 kilometer dengan tema “Unstopable Experience”. Tahun 2024, acara ini berganti nama menjadi Sriharjo Forest Trail Run, dan kategori lomba diubah menjadi 7K dan 15K.
Pada tahun 2025, SFTR kembali hadir dengan peningkatan yang signifikan. Rute lari kini lebih menantang, dengan perjalanan melewati Sungai Oya, Hutan Sriharjo, Lembah Pinus, hingga Puncak Padasan. Selain itu, terdapat kategori baru yaitu 25K, yang menambah variasi bagi para peserta.

Acara ini juga telah mendapatkan pengakuan internasional. Dikutip dari akun Instagram resmi Sriharjo Forest Trail Run, SFTR telah tercatat secara resmi di UTMB® Index dan ITRA (International Trail Running Association).
UTMB® Index dikenal sebagai sistem pemeringkatan global yang mengevaluasi performa pelari lintas alam. Peserta SFTR akan mendapatkan skor resmi UTMB® Index, yang dapat digunakan sebagai acuan untuk mengikuti berbagai ajang UTMB® World Series di tingkat internasional.
Selain itu, sebagai anggota resmi dari ITRA, para finisher pada kategori 25K akan mendapatkan 1 Poin ITRA yang diakui secara global. Pencatatan ini menunjukkan komitmen penyelenggara dalam menyajikan acara lari trail yang berkualitas dan berstandar internasional.
Untuk para finisher, mereka berhak menerima medali SFTR yang memiliki makna khusus. Medali ini diinspirasi dari topeng Pentul Jatilan, yang merupakan ikon budaya desa Sriharjo. Topeng ini melambangkan keberanian, semangat, dan keceriaan dalam menghadapi tantangan selama berlari.
Desain medali ini dibuat oleh Haryono Blx, seorang seniman asli desa Sriharjo, serta didukung oleh tim animator lokal. Setiap lekuk dan guratan logam pada medali menggambarkan kebanggaan lokal yang berlari hingga lintasan global.
SFTR bukan hanya sekadar ajang lari, tetapi juga cara untuk memperkenalkan potensi alam dan budaya desa Sriharjo. Harapan dari penyelenggara adalah setelah peserta berlari sambil menikmati alam dan aktifitas masyarakat setempat, mereka akan tertarik kembali ke Sriharjo untuk piknik, menikmati wisata, dan membeli produk lokal. Dengan demikian, roda perekonomian warga setempat bisa terus tumbuh.

Tinggalkan Balasan