Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan (Disdik) segera mengambil langkah-langkah antisipatif pasca terjadinya insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading pada Jumat (7/11). Insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran yang cukup besar terhadap keamanan lingkungan pendidikan. Sebagai respons cepat, Disdik DKI menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 38/SE/2025 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Keamanan di Satuan Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menciptakan iklim pendidikan yang nyaman dan aman. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta kesejahteraan peserta didik di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan dengan mengharmonisasi semua elemen yang terlibat dalam proses pendidikan, mulai dari sekolah, keluarga, hingga masyarakat.

“Kami berupaya menggabungkan semua pihak sebagai satu kesatuan dalam memberikan pendidikan yang fokus pada kebutuhan anak-anak,” ujarnya.

Dengan adanya SE tersebut, seluruh satuan pendidikan di Jakarta tidak hanya fokus pada pembelajaran yang aman, tertib, dan nyaman, tetapi juga kondusif dan efektif. Salah satu hal penting yang ditekankan adalah persiapan ruang pelaporan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Hal ini bertujuan untuk menjadikan kesehatan mental peserta didik sebagai prioritas utama dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.

Beberapa langkah yang akan dilakukan oleh Disdik DKI dan sekolah antara lain:

  • Deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
  • Edukasi kepada warga sekolah untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan bekerja sama tanpa memandang latar belakang, suku, agama, ras, atau status sosial.
  • Imbauan kepada warga sekolah untuk tidak mudah percaya atau terprovokasi oleh hal-hal yang dapat membahayakan keamanan.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk respons terhadap peristiwa yang mengguncang dunia pendidikan sekaligus menimbulkan kekhawatiran publik terhadap keamanan sekolah setelah insiden di SMAN 72.

Selain itu, Nahdiana juga mengimbau kepada guru, wali kelas, dan orang tua untuk memberikan pendampingan kepada peserta didik secara aman, nyaman, dan sehat baik secara fisik maupun mental. Hal ini bertujuan agar peserta didik tetap fokus dalam mengikuti kegiatan belajar. Ia juga mendorong peningkatan komunikasi dan koordinasi antara orang tua/wali murid, masyarakat, dan pihak terkait dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar.



Sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan pendidikan, Disdik DKI Jakarta juga memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak terkait. Hal ini termasuk pengembangan sistem pelaporan yang lebih efektif dan transparan. Selain itu, Disdik juga berencana melakukan evaluasi berkala terhadap kebijakan keamanan yang telah diterapkan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap satuan pendidikan mampu merespons ancaman keamanan secara cepat dan tepat.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat, Disdik DKI juga akan menggelar berbagai kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Pelatihan ini akan difokuskan pada pengenalan tanda-tanda bahaya, cara menghadapi situasi darurat, serta pentingnya komunikasi antara siswa, guru, dan orang tua. Selain itu, Disdik DKI juga akan memperluas partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan sekolah.

Tidak hanya itu, Disdik DKI juga berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap sekolah memiliki sistem pengawasan yang memadai. Sistem ini akan mencakup penggunaan teknologi seperti CCTV dan alat deteksi keamanan lainnya. Selain itu, Disdik DKI juga akan menambah jumlah personel keamanan di setiap sekolah guna memastikan lingkungan belajar tetap aman dan nyaman bagi semua pihak.

Dengan langkah-langkah ini, Disdik DKI Jakarta berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang selalu siap menghadapi berbagai tantangan. Di samping itu, harapan besar juga diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan.