Persis Solo Ambil Langkah Tegas, Peter de Roo Dibebastugaskan

Performa yang kurang memuaskan dari Persis Solo di Super League 2025/2026 akhirnya memicu tindakan tegas dari manajemen klub. Hal ini terlihat dari pengumuman resmi yang menyatakan bahwa pelatih kepala, Peter de Roo, telah dibebastugaskan dari tugasnya sementara waktu.

Lalu Dion Pratama, manajer Persis Solo, mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut diambil setelah evaluasi terhadap kinerja tim dalam beberapa laga terakhir. Keputusan ini juga didasarkan pada catatan yang tidak memuaskan sejak Peter de Roo memimpin Persis Solo. Dari 10 pertandingan yang telah dijalani, Persis hanya mampu meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Hasil ini membuat tim kesulitan untuk keluar dari zona degradasi.

Ketidakhadiran Peter de Roo dalam sesi jumpa pers jelang laga pekan ke-12 melawan PSIM Yogyakarta, Jumat (7/11/2025), semakin memperkuat spekulasi tentang status pelatih asal Belanda itu. Di sesi jumpa pers tersebut, Persis diwakili oleh asisten pelatih Tithan Suryata bersama pemain Cleyton Santos.

Dion Pratama menjelaskan bahwa keputusan akhir mengenai nasib Peter de Roo belum dikeluarkan. Ia menegaskan bahwa pihak klub tidak melakukan pemecatan, tetapi hanya memberikan jeda sementara bagi pelatih tersebut.

“Kita bebastugaskan, jadi kita tidak memecat dan berhentikan juga,” ujarnya. “Untuk selanjutnya ada pernyataan dari klub untuk status Peter ke depan.”

Peter de Roo akan absen dalam dua pertandingan mendatang, termasuk saat menghadapi PSIM Yogyakarta hari ini dan Bali United pada 23 November. Selama dua laga tersebut, Tithan Suryata akan menjabat sebagai caretaker (pelatih sementara).

“Kita lihat dua pertandingan ini akan menggunakan caretaker Tithan, dan nantinya ada langkah dari manajemen,” ujarnya.

Komunikasi dengan Pelatih Baru Sedang Berlangsung

Di tengah penyusunan rencana jangka panjang, pihak manajemen Persis Solo juga mengungkapkan bahwa komunikasi dengan kandidat pelatih baru sudah mulai dilakukan. Salah satu nama besar yang dikaitkan adalah Bernardo Tavares, pelatih yang baru saja meninggalkan PSM Makassar.

Namun, Dion menegaskan bahwa belum ada tindak lanjut final, sebab manajemen masih mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambil keputusan.

“Langkah-langkah sudah kita susun tinggal mengambil langkah selanjutnya. Kalau komunikasi sudah ada (termasuk dengan Bernardo Tavares). Tapi belum ditentukan selanjutnya seperti apa,” tutupnya.

Kondisi Tim dan Harapan Masa Depan

Dengan perubahan di posisi pelatih, Persis Solo kini berada di bawah kendali caretaker Tithan Suryata. Meski demikian, manajemen tetap berkomitmen untuk segera menentukan arah ke depan agar performa tim dapat segera ditingkatkan.

Pihak klub juga berharap dengan adanya perubahan ini, Persis bisa segera keluar dari zona degradasi dan kembali menunjukkan performa yang lebih baik di ajang Super League 2025/2026.