Penangkapan Bupati Ponorogo dan Sekda dalam OTT KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat di Kabupaten Ponorogo. Selain Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, 12 orang lainnya juga ditangkap, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Pramono.

Agus Pramono bersama Sugiri Sancoko dan 11 orang lainnya telah tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi yang terkait dengan proses mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Rekam Jejak Agus Pramono

Agus Pramono menjabat sebagai Sekda Ponorogo sejak Sugiri Sancoko menjabat bupati pada periode pertama. Selama masa kerjanya, ia sering menyampaikan apresiasi terhadap visi dan misi Bupati Sugiri Sancoko tentang pembangunan infrastruktur serta pengembangan sektor pendidikan dan kesehatan.

“Seseorang yang memiliki mimpi besar akan menjadi besar ketika dapat merealisasikan mimpi-mimpinya,” ujar Agus Pramono dalam sambutannya saat menghadiri acara Refleksi Dua Tahun Kepemimpinan Bupati Sugiri Sancoko – Wabup Lisdyarita di Pendopo Kabupaten, Senin (27/2/2023) malam.

Agus Pramono juga dikenal sebagai sosok yang selalu mendukung langkah-langkah Bupati Sugiri Sancoko dalam memajukan daerah.

Masuk Bursa Pj Wali Kota Madiun

Nama Agus Pramono sempat muncul dalam bursa Penjabat (Pj) Wali Kota Madiun. Ia diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) oleh DPRD Kota Madiun bersama dua nama lainnya, yaitu Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto dan Sekda Kabupaten Ngawi Mokh Sodiq Triwidiyanto.

Agus Pramono sendiri tidak memberikan penjelasan terkait masuknya namanya dalam bursa tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa dirinya mengikuti arahan Bupati Sugiri Sancoko.

Istri Ikut Lelang Jabatan

Istri Agus Pramono, Besse Tenrisampeang, mendadak menjadi perbincangan setelah ikut dalam Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau lelang jabatan. Ia bersaing dengan empat peserta lainnya untuk mengisi jabatan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Ponorogo.

Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Happy Susanto, menyampaikan bahwa aturan seleksi tidak memilih-pilih siapa pun asalkan memenuhi syarat. Namun, ia menegaskan bahwa pansel harus menjaga profesionalitas dan netralitas agar proses tetap transparan.

Fakta-Fakta Menarik

  • Agus Pramono ditangkap bersama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan 11 orang lainnya.
  • Direktur Utama RSUD Ponorogo juga turut ditangkap.
  • Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi penangkapan tersebut.
  • Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menyebut kasus ini terkait tindak pidana korupsi dalam proses mutasi dan promosi jabatan.
  • KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo maupun kuasa hukum Sugiri Sancoko. Informasi lebih lanjut mengenai kronologi penangkapan, barang bukti, dan pihak lain yang terlibat akan disampaikan dalam konferensi pers resmi.

Penangkapan ini menjadi perhatian publik, terutama karena melibatkan pejabat tinggi di Ponorogo. Dengan adanya OTT ini, KPK kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas korupsi di berbagai lapisan pemerintahan.