Program Sekolah Online Orang Dewasa (SOOD) di Wonosobo

Program Sekolah Online Orang Dewasa (SOOD) resmi diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Program ini bertujuan untuk membantu warga dewasa yang belum menyelesaikan pendidikan setara SMA kembali ke bangku sekolah melalui metode pembelajaran daring.

Inovasi Pendidikan Berbasis Teknologi

SOOD merupakan inovasi pendidikan berbasis teknologi yang dirancang khusus untuk masyarakat usia 25 tahun ke atas yang belum memiliki ijazah SLTA tetapi sudah lulus SMP atau MTs. Dengan menggunakan teknologi internet dan perangkat digital, peserta dapat belajar kapan saja dan di mana saja tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau tanggung jawab rumah tangga.

Program ini lahir dari evaluasi data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa kelompok usia produktif masih menjadi tantangan utama dalam peningkatan rata-rata lama sekolah (RLS) di Wonosobo. Saat ini, RLS di kabupaten tersebut baru mencapai sekitar 6,9 tahun.

Struktur Pembelajaran dan Evaluasi

Materi pembelajaran disusun berdasarkan kurikulum tingkat SMA dan disajikan dalam bentuk video pembelajaran, modul interaktif, serta latihan soal daring. Peserta juga dapat mempelajari materi secara berulang hingga memahami isi pelajaran sepenuhnya.

Sistem pembelajaran daring ini dilengkapi dengan evaluasi otomatis, di mana setiap nilai peserta akan langsung terekam dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Selain itu, terdapat sesi pendampingan tutor secara berkala dan pertemuan daring melalui Zoom minimal sebulan sekali untuk memberikan inspirasi dan motivasi dari para narasumber.

Partisipasi dan Sebaran Peserta

Total 1.488 peserta telah terdaftar dalam sistem Dapodik, sementara jumlah awal pendaftar mencapai 1.590 orang. Namun, 102 peserta masih terkendala administrasi. Sebaran peserta mencakup hampir seluruh kecamatan di Wonosobo, dengan jumlah terbanyak dari Kecamatan Wadaslintang (220 peserta), disusul Sukoharjo (206 peserta) dan Kalibawang (188 peserta).

Peran Pemerintah dan Masyarakat

Peluncuran SOOD menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya pada sektor pendidikan. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan bahwa program ini adalah wujud komitmen untuk memastikan setiap warga memperoleh hak dasar atas pendidikan yang layak dan berkualitas.

Ia menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur atau bantuan sosial, tetapi harus dimulai dari peningkatan kualitas manusia. Pendidikan, menurutnya, adalah jembatan dari keterbatasan menuju kemandirian.

Dukungan dari DPRD dan CSR

Ketua Komisi D DPRD Wonosobo, Suwondo Yudhistiro, menyambut positif hadirnya program ini. Menurutnya, SOOD merupakan terobosan baru yang mampu menjawab tantangan rendahnya tingkat pendidikan di Wonosobo. Ia juga menegaskan bahwa SOOD sepenuhnya gratis agar tidak ada hambatan finansial bagi warga yang ingin melanjutkan pendidikan.

DPRD mendorong agar program ini mendapat dukungan berkelanjutan, termasuk dari CSR BUMD dan BUMN di wilayah Wonosobo.

Visi Masa Depan

Dengan semangat gotong royong, Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengajak seluruh kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, dan lurah untuk menjadikan SOOD sebagai program prioritas di wilayah masing-masing. Tujuannya adalah untuk mewujudkan Wonosobo sebagai kabupaten cerdas digital yang berdaya saing, di mana setiap warga memiliki kesempatan yang setara untuk belajar dan maju.