Kasus yang Menjerat Pelda Christian Namo

Pelda Christian Namo, ayah dari Prada Lucky Namo, kini tengah menghadapi dua kasus berbeda yang dilaporkan oleh Kodim 1627/Rote Ndao. Dugaan pelanggaran disiplin keprajuritan menjadi inti dari kedua kasus tersebut.

Kasus pertama terkait dengan dugaan bahwa Pelda Christian tidak mendapatkan informasi terkait proses hukum atas kematian anaknya. Namun, menurut Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Hendro Cahyono, hal tersebut tidak benar. Ia menyatakan bahwa Pelda Christian sudah diberi informasi dan proses hukum saat ini berada di tangan oditur militer.

“Yang bersangkutan juga sudah saya panggil bahwa sekarang prosesnya ada di oditur militer, peradilan militer,” ujarnya. “Karena kita dari Korem tidak bisa mengintervensi. Berkas dari penyidik sudah disampaikan ke oditur militer.”

Selain itu, kasus kedua yang menjerat Pelda Christian Namo adalah terkait hidup bersama dengan seorang wanita tanpa ikatan pernikahan yang sah, baik secara kedinasan maupun agama. Hubungan tersebut telah berlangsung sejak tahun 2018 hingga saat ini, dan telah memiliki dua orang anak.

Profil Pelda Christian Namo

Pelda Christian Namo adalah ayah dari almarhum Prada Lucky Namo sekaligus prajurit aktif di TNI Angkatan Darat (AD). Di TNI, Christian Namo menyandang pangkat Pembantu Letnan Dua atau Pelda, setara Aipda pada kepangkatan Polri. Sehari-hari, Pelda Christian Namo bertugas di Komando Distrik Militer atau Kodim 1627/Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Christian Namo diketahui sempat mengemban jabatan sebagai Plt Danramil 1627-02/Pantai Baru. Ia juga baru saja naik pangkat dari Sersan Mayor atau Serma menjadi Pelda. Saat kasus kematian anaknya terungkap pada Agustus 2025, pangkat Christian Namo masih Serma. Sementara itu, saat persidangan kasus kematian anaknya digelar pada Oktober 2025, pangkat Christian Namo sudah naik menjadi Pelda.

Christian Namo memiliki istri yang bernama Speriana Pauilina Mirpey. Momen menegangkan juga terjadi usai persidangan di Pengadilan Militer III-15 Kupang, NTT, Selasa (28/10/2025). Pelda Christian Namo mengejar 17 terdakwa pelaku penganiayaan terhadap anaknya.

Dalam sidang, 17 terdakwa pelaku penganiayaan Prada Lucky Namo hingga tewas dihadirkan secara langsung. Mereka dipertemukan dengan keluarga almarhum Prada Lucky, termasuk ibunya yakni Sepriana Pauilina Mirpey. Pelda Christian Namo marah karena anaknya yang sudah meninggal dituding memiliki orientasi seks menyimpang oleh para terdakwa.

Pelda Christian makin geram karena para terdakwa tidak bisa membuktikan tudingannya. Saat terdakwa dibawa keluar, mereka dikawal ketat oleh anggota POM dari 3 matra TNI. Mereka dievakuasi demi menghindari amukan keluarga Prada Lucky Namo.

“Masa anak saya sudah salah kau bunuh. Woi pengadilan buktikan anak saya salah b*t,” ucap Pelda Christian Namo, dikutip dari YouTube tvOne. “Woi saya tentara masih aktif, buktikan. Katanya jalan cerita, anak saya mati tidak salah. Kau 22 tersangka kau hukuman mati. Kau tandai saya, woi saya masih aktif.”

Perjuangan untuk Keadilan

Pelda Christian Namo juga sempat marah karena anaknya mendapat penyiksaan hingga tewas oleh anggota TNI. Beberapa waktu yang lalu, Christian Namo meminta para pelaku dipecat dari TNI dan dihukum mati.

“Nyawa beta taruhan, hukaman cuma dua buat anak saya, hukuman mati dan pecat tidak ada di bawah itu, nyawa saya taruhan tentara saya lepas,” kata Christian. Ia menuntut keadilan atas tewasnya Prada Lucky bahkan siap bertaruh nyawa.

Christian meminta Indonesia dibubarkan jika tidak bisa menegakkan keadilan terhadap putranya. “Dengar baik-baik, Merah Putih bubarkan saja, saya tanggung jawab, Merah Putih bubarkan saja, negara Indonesia bubarkan saja kalau keadilan memang tidak akan terjadi dan nyawa saya taruhan,” ujarnya.

“Saya tentara, tentara Merah Putih, jiwa saya Merah Putih, bukan kaleng-kaleng, Nyawa dibayar nyawa itu masih kecil, saya tunggu keadilan, kalau bisa semua dihukum mati,” sambungnya.

Christian Namo tidak ingin ada kejadian serupa seperti yang dialami Prada Lucky Namor. “Satu catatan, biar tidak ada Lucky-Lucky yang lain. Ingat baik-baik, anak tentara aja dibunuh kok, bagaimana mau yang lain,” jelasnya.

Setelah pernyataannya itu menjadi sorotan, Christian meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto dan pimpinan TNI.