PONOROGO — Dalam rangka memperingati 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor kembali menjadi pusat pembelajaran dan inspirasi bagi perguruan tinggi Islam di Indonesia. Kegiatan Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) Batch 3 yang diselenggarakan pada 3–5 November 2025 di Hall Senat Gedung Utama UNIDA Gontor menjadi wadah penting untuk memperdalam kompetensi penjaminan mutu di lingkungan perguruan tinggi masing-masing.
Workshop ini diinisiasi oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNIDA Gontor dan dibuka secara resmi oleh Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa sistem penjaminan mutu bukan sekadar tuntutan administratif dari pemerintah, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab moral dan akademik untuk memastikan keberlanjutan mutu pendidikan Islam. “Budaya mutu harus hidup dan mengalir di seluruh sendi kehidupan kampus, sebagaimana air yang menumbuhkan kehidupan,” ujarnya.
Narasumber Berpengalaman
Workshop ini menghadirkan jajaran narasumber berpengalaman yang selama ini menjadi motor penggerak implementasi SPMI di UNIDA Gontor. Di antaranya adalah Prof. Dr. Mohammad Muslih, M.A., Ketua BPM UNIDA Gontor, yang menjadi pemateri utama dengan topik “Living Quality Culture: Best Practice Implementasi SPMI di UNIDA Gontor.” Dalam paparannya, Prof. Muslih menjelaskan bahwa keberhasilan sistem penjaminan mutu di UNIDA tidak hanya terletak pada perangkat dokumen, tetapi pada internalisasi nilai-nilai kualitas dalam perilaku sivitas akademika sehari-hari.
Selain itu, peserta mendapatkan buku khusus berjudul “Living Quality Culture: Potret Pengembangan Penjaminan Mutu UNIDA Gontor.” Buku ini merupakan hasil refleksi panjang dan dokumentasi praktik baik penerapan SPMI di UNIDA yang diharapkan dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi kampus lain, khususnya di bawah naungan FPAG.
Paparan Inspiratif dari Wakil Rektor
Beberapa Wakil Rektor UNIDA juga tampil menyampaikan paparan inspiratif. Assoc. Prof. Dr. Abdul Hafidz bin Zaid, Lc., M.A. menjelaskan strategi penjaminan mutu bidang pendidikan dan pengajaran. Assoc. Prof. Dr. Setiawan bin Lahuri, Lc., M.A. mengulas sistem peningkatan mutu SDM. Assoc. Prof. Dr. Khoirul Umam, S.H.I., M.Ec. membahas dimensi kerja sama dan internasionalisasi kampus. Royyan Ramdhani Djayusman, S.H.I., M.A., Ph.D. menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan serta aset perguruan tinggi.
Sesi berikutnya diisi oleh Daud Sukoco, S.H.I., M.E., CIIQA., yang mengupas secara mendalam “Penjaminan Mutu Berbasis Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025.” Materi ini sangat relevan karena memaparkan pembaruan kebijakan nasional dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Pelatihan Intensif dan Praktik Langsung
Hari kedua workshop diisi dengan pelatihan intensif dan praktik langsung pelaksanaan AMI. Dr. Yuangga Kurnia Yahya, S.Th.I., M.A. membimbing peserta memahami teori dan praktik dasar audit mutu internal, dilanjutkan oleh Dr. Muhammad Alfan Rumasukun, S.H.I., M.E., CIIQA. yang memaparkan tentang Kode Etik dan Etika Auditor. Materi perencanaan dan pelaksanaan audit dibawakan oleh Rindang Diannita, S.K.M., M.Kes., CIIQA., sementara Febrian Arif Wicaksana, S.H.I., M.H., CRA., CRP. menjelaskan teknik penyusunan laporan AMI secara sistematis dan objektif.
Simulasi Audit Mutu Internal
Puncak kegiatan terjadi pada hari ketiga, di mana peserta melakukan Simulasi Audit Mutu Internal (AMI) dengan metode PLOR (Planning, Leading, Operating, Reporting). Dalam sesi ini, peserta berperan sebagai auditor dan auditee dalam situasi simulatif yang mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Kegiatan ini menumbuhkan rasa percaya diri dan pemahaman praktis peserta dalam melakukan audit mutu di institusinya masing-masing.
Penutupan dan Pesan Penting
Menjelang penutupan, Prof. Dr. Mohammad Muslih kembali memimpin sesi “Best Practice Rapat Tinjauan Manajemen (RTM): Inspirasi UNIDA Gontor.” Beliau menjelaskan bagaimana RTM di UNIDA Gontor tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi merupakan momen refleksi strategis untuk mengidentifikasi capaian, menemukan celah peningkatan, dan menyusun rencana perbaikan berkelanjutan.
Para peserta memberikan respons positif terhadap seluruh rangkaian acara. Mereka mengaku puas dengan materi yang komprehensif, narasumber yang kompeten, serta suasana akademik yang kondusif dan penuh semangat kebersamaan. Sebanyak 35 peserta dinyatakan lulus dengan nilai di atas 70 dan berhak memperoleh sertifikat pelatihan auditor internal perguruan tinggi.
Workshop ini tidak hanya menghasilkan lulusan baru auditor internal, tetapi juga memperkuat jejaring antarperguruan tinggi Islam di Indonesia. UNIDA Gontor kembali menunjukkan peran sentralnya sebagai center of excellence bagi pengembangan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi pesantren. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa budaya mutu dapat tumbuh dengan subur bila dipelihara dengan niat yang ikhlas, ilmu yang benar, dan kolaborasi yang kuat.

Tinggalkan Balasan