Program Rehab Rumah di Kota Lhokseumawe Mulai Berjalan

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP RI) kini tengah menjalankan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk merehab 300 unit rumah di Kota Lhokseumawe. Program ini dilaksanakan di 13 desa yang tersebar di empat kecamatan, dengan total anggaran sebesar Rp 6 miliar. Setiap unit rumah akan mendapatkan bantuan biaya rehab sebesar Rp 20 juta, terdiri dari Rp 17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang.

Penyerahan buku rekening Bank Aceh Syariah kepada penerima manfaat menjadi tanda dimulainya program tersebut. Acara ini digelar di halaman Dinas PUPR Lhokseumawe pada Selasa (4/11/2025), dengan turut hadir Wali Kota Lhokseumawe, Dr Sayuti Abubakar SH MH, Kepala Balai Penyediaan Perumahan dan Kawasan Pemukiman Sumatera I, Iswanto ST MSi, serta beberapa pejabat lainnya.

Iswanto, Kepala Balai Penyediaan Perumahan dan Kawasan Pemukiman Sumatera I, menyampaikan bahwa penyerahan buku rekening ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara pihaknya dan Pemko Lhokseumawe. Ia mengungkapkan bahwa jumlah bantuan yang diterima oleh Kota Lhokseumawe adalah yang terbesar di Aceh. Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari perjuangan langsung Wali Kota dalam memperoleh alokasi dana dari Kementerian.

Iswanto juga menegaskan bahwa program BSPS tidak ada pungutan atau fee apapun. “Jika ada yang meminta jatah fee, silahkan lapor ke saya atau ke Bapak Wali Kota,” tegasnya.

Wali Kota Bersyukur atas Dukungan yang Diterima

Wali Kota Lhokseumawe, Dr Sayuti Abubakar SH MH, merasa bersyukur atas bantuan yang diperoleh dari program BSPS tahun ini. Ia menyatakan bahwa semua dukungan yang diberikan merupakan hasil perjuangan Pemko Lhokseumawe. Dengan jumlah 300 unit, Lhokseumawe menjadi daerah yang paling banyak menerima bantuan dari program BSPS di Provinsi Aceh.

Selain itu, warga Lhokseumawe juga merasa berterima kasih atas kehadiran Dr Imran, yang merupakan putra asli Kota Lhokseumawe dan kini menjabat sebagai Dirjen Perumahan Perdesaan di Kementerian PKP RI. “Saya terus berkomunikasi dengan beliau, dan ia akan terus berupaya membantu pembangunan di Kota Lhokseumawe,” ujarnya.

Rencana Pembangunan Tahun Depan

Tidak hanya tahun 2025, Lhokseumawe juga akan mendapatkan bantuan dari berbagai program lain pada tahun 2026. Beberapa di antaranya adalah program penataan kawasan kumuh, tambahan rehab rumah dari program BSPS, serta proyek lainnya.

Selain itu, pada tahun 2025 ini, Pemko Lhokseumawe juga akan membangun 39 unit rumah dari anggaran sendiri, serta 50 unit rumah layak huni dari bantuan Islamic Relief.

Fasilitas dan Partisipasi Masyarakat

Program BSPS biasanya berasal dari usulan Komisi V DPR RI. Namun, untuk tahun ini, Lhokseumawe berhasil mendapatkan alokasi yang lebih besar berkat komunikasi dan usaha yang dilakukan oleh Pemko dan Wali Kota. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah setempat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program pemerintah pusat.

Dengan adanya program ini, diharapkan kondisi perumahan warga semakin baik dan masyarakat dapat tinggal dalam lingkungan yang lebih nyaman dan layak.