Masalah Kemacetan dan Kondisi Pasar Talang Banjar
Kemacetan di kawasan Pasar Talang Banjar, Kota Jambi, menjadi pemandangan yang sering terlihat setiap hari. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL), hasilnya belum memuaskan. Sementara itu, kondisi pasar yang semakin memprihatinkan membuat banyak pedagang enggan berjualan di dalam gedung.
Hingga saat ini, aktivitas pedagang yang masih menggunakan bahu jalan menyebabkan kemacetan parah, terutama pada pagi dan sore hari ketika arus lalu lintas sedang padat. Kondisi ini semakin diperburuk oleh pekerjaan drainase di sekitar pasar yang mempersempit jalur kendaraan dan menumpuk kendaraan di satu titik.
Di sisi lain, lapak-lapak di dalam gedung pasar terlihat kosong dan sepi pembeli. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan pasar tidak lagi menarik bagi masyarakat untuk berbelanja.
Anas, salah seorang pedagang yang tetap berjualan di dalam gedung, menilai bahwa penataan pasar tidak strategis. Menurutnya, konsep pasar bertingkat membuat pembeli enggan naik ke lantai atas sehingga aktivitas perdagangan di dalam menjadi sepi.
“Pasar ini bagus sebenarnya, tapi karena bertingkat dan kurang strategis, pembeli malas naik ke atas. Akhirnya banyak yang milih belanja di luar, yang dekat jalan,” ujar Anas, pedagang Pasar Talang Banjar, pada Selasa (04/11/2025).
Keluhan serupa juga disampaikan Ani, pedagang lainnya. Ia mengungkapkan bahwa kondisi pasar kini semakin memburuk karena banyak fasilitas tidak berfungsi seperti lampu penerangan yang mati, atap bocor, serta kurangnya petugas kebersihan.
“Lampu banyak yang mati, atap bocor, pasar juga kotor karena jarang dibersihkan. Pembeli jadi enggan masuk. Makanya banyak pedagang keluar ke pinggir jalan, karena dagangan lebih cepat laku,” kata Ani.
Penyebab Utama Ketidaknyamanan di Pasar Talang Banjar
Beberapa faktor utama menyebabkan ketidaknyamanan di Pasar Talang Banjar, antara lain:
-
Desain pasar yang tidak efisien
Pasar yang bertingkat membuat pembeli enggan naik ke lantai atas. Hal ini menyebabkan aktivitas perdagangan di lantai bawah lebih ramai daripada lantai atas. -
Fasilitas yang rusak
Lampu penerangan yang mati, atap bocor, dan kurangnya petugas kebersihan membuat lingkungan pasar tidak nyaman. -
Kemacetan lalu lintas
Aktivitas pedagang di bahu jalan menyebabkan kemacetan parah, terutama pada jam sibuk. Pekerjaan drainase di sekitar pasar juga memperparah situasi ini.
Harapan Masyarakat terhadap Pemerintah
Situasi ini membuat masyarakat menilai bahwa penataan Pasar Talang Banjar masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kota Jambi. Warga berharap pemerintah dapat menata ulang sistem pasar tradisional agar lebih nyaman, bersih, dan tertib, sehingga tidak lagi menimbulkan kemacetan maupun kesemrawutan di kawasan tersebut.
Beberapa langkah yang diharapkan masyarakat antara lain:
-
Perbaikan infrastruktur pasar
Memperbaiki lampu penerangan, atap, dan fasilitas kebersihan agar pasar lebih nyaman. -
Penataan ulang area pasar
Membuat desain pasar yang lebih strategis dan mudah diakses oleh pembeli. -
Peningkatan pengawasan terhadap PKL
Melakukan penertiban yang lebih efektif agar aktivitas pedagang tidak mengganggu lalu lintas.
Dengan perbaikan-perbaikan tersebut, diharapkan Pasar Talang Banjar dapat kembali menjadi tempat berbelanja yang nyaman dan aman bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan