Kejadian Mengerikan: Bayi Dikubur di Halaman Rumah

Sebuah kejadian yang sangat mengejukkan terjadi di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur. Seorang ibu tega mengubur bayinya yang baru saja dilahirkan. Kejadian ini membuat heboh warga setempat dan memicu penyelidikan oleh aparat kepolisian.

Awal Terungkapnya Kasus

Peristiwa ini terungkap setelah sang bibi, NA (56), merasa curiga dengan halaman belakang rumah keponakannya. Ia melihat ada sesuatu yang tidak biasa. Saat itu, ia melihat sebuah keset yang sebagian tertanam dalam tanah. Setelah diangkat, ternyata di bawahnya ada kepala bayi yang sebagian tubuhnya masih terkubur.

NA langsung berteriak histeris, sehingga membuat warga sekitar berdatangan. Mereka kemudian memberi tahu pihak Polsek Wongsorejo dan Puskesmas Wongsorejo untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut.

Penyebab dan Tindakan Hukum

Kapolsek Wongsorejo AKP Eko Darmawan menjelaskan bahwa jenazah bayi tersebut langsung dibawa ke RSUD Blambangan untuk ditangani lebih lanjut. Olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi-saksi dilakukan Senin malam setelah aparat menerima kabar tersebut.

Ibu bayi yang diduga sebagai pelaku, S (33), telah diamankan dan dijerat dengan Pasal 305 dan atau Pasal 306 Ayat (2) dan atau Pasal 307 KUHP.

Fenomena Pembuangan Bayi

Psikolog Kota Medan, Irna Minauli, menyampaikan bahwa maraknya kasus pembuangan bayi menunjukkan banyaknya kelahiran anak-anak yang tidak diinginkan. Hal ini sering terjadi pada perempuan yang hamil di luar nikah akibat perselingkuhan atau pergaulan bebas.

Menurutnya, ketidaksiapan menjadi orangtua serta beban psikologis yang menyertai membuat mereka mencari jalan pintas dengan membuang bayi. “Semakin cepat mereka bisa membuangnya maka seolah beban psikologisnya semakin ringan,” ujarnya.

Dampak Psikologis pada Anak

Anak-anak yang tidak dikehendaki memiliki masalah psikologis, terlebih jika tidak mendapatkan keluarga asuh yang tepat. Mereka cenderung menjadi anak pemberontak dan merasa tidak puas dengan dirinya. Banyak orangtua yang mengadopsi anak-anak ini sering mengalami kesulitan dalam membesarkannya.

Dari pandangan behavior genetics, perilaku orangtua akan diturunkan pada anaknya. Jika anak tersebut merupakan hasil dari hubungan seks di luar nikah, maka kemungkinan besar ketika mereka dewasa pun akan mengulangi perilaku yang serupa dengan apa yang telah dilakukan orangtuanya.

Kesimpulan

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya kesiapan mental dan emosional dalam menjadi orangtua. Selain itu, diperlukan dukungan sosial dan psikologis bagi perempuan yang menghadapi situasi sulit seperti hamil di luar nikah.