HDI Got Talent: Wadah Kreativitas dan Kepercayaan Diri Anak Disabilitas di Kota Malang
Pada hari Minggu pagi, Gedung Kartini Kota Malang tampak penuh semarak dan keceriaan. Ratusan anak dan remaja penyandang disabilitas tampil percaya diri dalam ajang “HDI Got Talent”, yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025. Acara ini digagas oleh Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang dengan tema “HDI Got Talent” sebagai salah satu agenda utama dalam perayaan tersebut.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Pemerintah Kota Malang dalam menggali serta mengapresiasi potensi dan minat bakat penyandang disabilitas. Peserta yang tampil merupakan anak-anak dan remaja binaan Forum Keluarga Disabilitas Kota Malang serta sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah setempat. Mereka menunjukkan kemampuan terbaiknya di berbagai cabang lomba, mulai dari menyanyi solo, cipta baca puisi, fashion show, menari, hingga pantomim.
“Kegiatan ini kami selenggarakan bukan sekadar lomba, tapi sebagai wadah untuk mengapresiasi dan memfasilitasi bakat anak-anak disabilitas agar mereka percaya diri dan terus berkarya,” ujar Sri Umiasih, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinsos P3AP2KB Kota Malang.
Rencana kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu (1/11/2025) dan Minggu (2/11/2025) di Gedung Kartini Kota Malang. Pada hari pertama, peserta berkompetisi dalam bidang kreativitas digital dan seni rupa, seperti lomba desain grafis, vlog, fotografi, melukis, serta gambar ekspresi. Sedangkan pada hari kedua, panggung Gedung Kartini berubah menjadi arena pertunjukan seni, menampilkan nyanyi solo, cipta baca puisi, tari, pantomim, dan fashion show yang diikuti puluhan peserta dari berbagai lembaga pendidikan khusus.
Menurut Sri Umiasih, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Dinas Sosial untuk memperkuat semangat inklusivitas dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa setiap individu memiliki potensi unik. Dengan adanya panggung seperti ini, anak-anak disabilitas bisa tampil dan diapresiasi sebagaimana anak-anak lainnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi antar-sektor — antara pemerintah, komunitas, sekolah, dan keluarga disabilitas, dalam membangun Kota Malang yang lebih inklusif. Sri berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan rasa percaya diri, membuka peluang bagi mereka untuk terus berkarya, serta menumbuhkan empati dan kesadaran masyarakat terhadap keberagaman.
Acara “HDI Got Talent” juga mendapat dukungan dari Forum Keluarga Disabilitas Kota Malang, sejumlah SLB, dan para relawan sosial. Mereka berperan aktif dalam membimbing peserta sejak tahap persiapan hingga tampil di atas panggung. Salah satu perwakilan pendamping dari Forum Keluarga Disabilitas, Reni Wahyuningrum, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa anak-anak sangat antusias dan merasa dihargai serta punya ruang untuk mengekspresikan diri.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut secara rutin agar menjadi wadah pengembangan bakat dan keterampilan bagi penyandang disabilitas. Menurut Sri Umiasih, kegiatan “HDI Got Talent” merupakan bagian dari pra-event menuju puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional yang akan digelar pada 4 Desember 2025 mendatang. Pada puncak acara nanti, rencananya akan diumumkan pemenang dari setiap kategori lomba serta digelar pentas inklusif yang melibatkan seluruh peserta dari berbagai latar belakang disabilitas.
Kami berharap, melalui momentum Hari Disabilitas Internasional, masyarakat Kota Malang semakin sadar bahwa inklusivitas bukan sekadar slogan, melainkan sikap yang harus diwujudkan bersama.
Kegiatan ini menunjukkan pendekatan sosial berbasis apresiasi seni mampu menjadi jembatan penting dalam membangun kesetaraan. Tak hanya perayaan seremonial, HDI Got Talent mencerminkan Kota Malang perlahan menumbuhkan ekosistem inklusif yang memberi ruang bagi setiap warganya.

Tinggalkan Balasan