Strategi MPMX untuk Meningkatkan Kinerja Bisnis Mobil Bekas

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX), sebuah perusahaan terafiliasi dengan Grup Saratoga, mengungkapkan strategi untuk meningkatkan kinerja bisnis mobil bekas sepanjang tahun ini. GM Corporate Communications & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita, menyampaikan bahwa penjualan mobil bekas melalui AUKSI hingga kuartal III/2025 mencatat peningkatan signifikan sebesar 58,4% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Total volume penjualan mencapai lebih dari 2.800 unit.

“Kinerja tersebut terutama didorong oleh permintaan kendaraan komersial, dengan margin yang tercatat tumbuh 13,3% secara tahunan,” ujar Natalia dalam pernyataannya.

Pendekatan Baru untuk Meningkatkan Penjualan

Sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan penjualan mobil bekas, MPMX akan memperluas basis pasokan melalui kemitraan strategis. Selain itu, perseroan juga akan mempercepat proses lelang melalui digitalisasi dan memastikan pengalaman pembelian unit yang lebih cepat dan transparan bagi pelanggan.

“Dengan pendekatan ini, kami tidak hanya menjaga profitabilitas, tetapi juga memperkuat posisi AUKSI sebagai platform lelang kendaraan yang adaptif dan terpercaya,” jelas Natalia.

Kerja Sama dengan Carro

Pada Mei 2022, MPMX telah bekerja sama dengan Trusty Cars Pte Ltd. (Carro), marketplace mobil bekas terbesar di Asia Tenggara. Saat itu, Carro berinvestasi sebesar US$53,8 juta atau sekitar Rp783,78 miliar untuk menjadi pemegang 50% saham anak usaha MPMX yaitu PT Mitra Pinasthika Mustika Rent (MPM Rent).

Tantangan pada Kinerja Keuangan

Di sisi lain, kinerja keuangan MPMX mengalami penurunan pada sembilan bulan pertama 2025. Natalia mengakui bahwa di tengah dinamika ekonomi dan industri, kinerja entitas anak dan asosiasi MPMX masih menghadapi tantangan dan tekanan pasar.

Menurutnya, penurunan kinerja bisnis perseroan disebabkan oleh melemahnya pendapatan pada segmen distribusi dan ritel yang turun 3% secara tahunan, terutama akibat berkurangnya volume penjualan sepeda motor. “Sementara itu, pada segmen asuransi, pendapatan underwriting bersih turun 23% secara tahunan, seiring melemahnya kontribusi dari produk kendaraan bermotor dan properti,” katanya.

Laporan Keuangan MPMX

Berdasarkan laporan keuangan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan neto MPMX pada sembilan bulan pertama 2025 sebesar Rp11,47 triliun, atau turun 3,11% (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan raihan pada periode yang sama 2024 sebesar Rp11,84 triliun.

Sementara itu, beban pokok MPMX sepanjang sembilan bulan 2025 tercatat sebanyak Rp10,46 triliun, sehingga laba bruto terkikis 4% YoY menjadi Rp1 triliun. Akibatnya, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk MPMX pada Januari—September 2025 tercatat sebesar Rp406,72 miliar, turun 7,73% YoY dibandingkan dengan periode yang sama 2024 sebanyak Rp440,82 miliar.