Cuaca Cerah di Semarang, Tapi Masih Ada Genangan Air
Cuaca cerah menghiasi Kota Semarang, Jawa Tengah, sepanjang Rabu 25 Oktober 2025. Namun, beberapa titik di wilayah pesisir dan tengah kota masih tergenang air akibat sisa hujan deras yang turun sehari sebelumnya. Genangan ini belum sepenuhnya surut dan menyebabkan gangguan pada aktivitas masyarakat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa genangan masih terdeteksi di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga wilayah Genuk. Di depan RSI Sultan Agung, ketinggian air bahkan mencapai 90 sentimeter. Hal ini menyebabkan kendaraan besar kesulitan melintasi jalur tersebut, sementara kendaraan kecil tidak bisa melewati area yang tergenang.
Beberapa pekerja di kawasan industri Kaligawe terpaksa menumpang truk logistik agar tetap bisa bekerja. Menurut Abdul, Kamis 30 Oktober 2025, situasi ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.
Hingga pagi hari Kamis, banjir masih merendam 15 kelurahan di tiga kecamatan. Total warga yang terdampak mencapai 22.669 jiwa, dengan 39 orang harus mengungsi. BNPB juga melaporkan tiga korban jiwa akibat kecelakaan air, serta satu orang yang masih dalam pencarian.
Untuk mempercepat penurunan genangan, sejumlah pompa dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pusat Pengendalian Sarana dan Prasarana Sumber Daya Air (PPSDA), serta BNPB terus beroperasi. Air dari kawasan tengah hingga utara kota disedot menuju kolam retensi dan dialirkan ke Laut Jawa. Namun, debit air masih tinggi karena pasokan dari hulu Sungai Tenggang dan Sringin belum berhenti.
Citra radar cuaca dari Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang menunjukkan masih adanya awan konvektif dengan potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah hulu. Kondisi ini membuat banjir sulit surut. Selain itu, keberadaan proyek tol dan tanggul laut turut memperlambat aliran air menuju laut.
Upaya Penanggulangan Banjir Diperluas
Menanggapi situasi ini, BNPB menambah armada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan memperluas cakupan wilayah operasi. Penambahan pesawat penabur bahan semai natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) dilakukan untuk mengendalikan awan pembawa hujan yang mengepung Semarang dari berbagai arah.
Sebelumnya, BNPB telah mengerahkan satu pesawat Cessna Caravan PK-SNM untuk mengurai awan agar tidak menurunkan hujan di wilayah terdampak maupun daerah hulu sungai. Namun, masifnya pembentukan awan membuat satu armada belum cukup.
Armada tambahan akan dikerahkan dengan jangkauan operasi lebih luas. Berbeda dari sebelumnya, pesawat kedua ini akan ditempatkan di Lanud Adi Soemarmo, Solo, sebagai posko OMC wilayah selatan Jawa Tengah.
Dengan penambahan armada udara ini, BNPB berharap upaya percepatan penanganan banjir dan mitigasi bencana ke depan dapat berjalan lebih optimal. Sementara satgas darat terus bekerja di lapangan, di langit, BNPB memperkuat kendali cuaca agar hujan turun di tempat yang semestinya.

Tinggalkan Balasan