Top 3 Berita Dunia: Israel Melanggar Gencatan Senjata, Serangan di Gaza, dan Pemulangan Warga India dari Thailand
Berikut adalah tiga berita utama yang menjadi perhatian dunia dalam beberapa hari terakhir. Mulai dari konflik di wilayah Palestina hingga kasus penipuan online yang melibatkan warga asing.
1. Israel Langgar Gencatan Senjata Gaza, Turki: Bukti Tak Ingin Berdamai
Pernyataan resmi dari pihak Turki menyebutkan bahwa tindakan Israel dalam mencaplok wilayah Tepi Barat yang diduduki serta serangan terhadap Gaza menunjukkan ketidakberanian mereka untuk berdamai. Direktur Komunikasi Turki, Burhanetin Duran, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan Israel yang dinilai sebagai genosida.
“Israel tidak memiliki niat untuk berdamai, justru ingin terus melakukan pendudukan dan genosida,” ujar Duran dalam pernyataannya di platform media sosial NSosyal seperti dikutip Antara.
Duran meminta seluruh masyarakat dunia untuk mengutuk kebijakan Israel yang dinilai merusak perdamaian kawasan. Ia juga menegaskan bahwa Turki akan tetap mendukung perjuangan rakyat Palestina dan berdiri teguh melawan segala bentuk penindasan.
Serangan udara dan artileri Israel terhadap Jalur Gaza dilakukan setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memberi instruksi untuk menyerang kantong tersebut karena dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas.
2. Israel Gempur Gaza Selama Gencatan Senjata, 90 Tewas dalam Semalam
Serangan udara Israel di berbagai wilayah di Jalur Gaza pada malam hari menewaskan sekitar 90 orang, termasuk 24 anak-anak. Meskipun Israel telah sepakat dengan Hamas untuk gencatan senjata sejak 10 Oktober lalu, serangan ini menunjukkan bahwa situasi masih sangat rentan.
Menurut laporan Al Jazeera, serangan terjadi setelah adanya baku tembak di Rafah selatan yang melukai seorang tentara Israel. Ini menjadi salah satu eskalasi serius sejak gencatan senjata yang dimediasi Presiden AS Donald Trump mulai berlaku.
Tahap pertama gencatan senjata mencakup pembebasan sandera Israel dengan imbalan sekitar 2.000 tahanan Palestina, serta rekonstruksi Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa partai Hamas.
3. PM Thailand: India akan Pulangkan 500 Warganya Usai Penggerebekan di Myanmar
India akan memulangkan 500 warganya dari Thailand setelah militer Myanmar menggerebek pusat penipuan di wilayahnya. Aksi ini menyebabkan para pekerja dari berbagai negara melarikan diri melintasi perbatasan.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyampaikan bahwa hampir 500 warga India berada di Mae Sot, dan pemerintah India akan mengirimkan pesawat untuk menjemput mereka kembali secara langsung.
Kompleks-kompleks tempat penipu daring bekerja telah berkembang pesat di sepanjang perbatasan Myanmar akibat pemerintahan yang longgar selama perang saudara yang dipicu oleh kudeta pada 2021. Banyak dari korban penipuan ini adalah orang-orang yang memiliki hubungan asmara atau tertipu melalui internet.

Tinggalkan Balasan