Penguatan Kekuatan TNI Melalui Pengadaan Alutsista dan Pasukan

Kementerian Pertahanan (Kemhan) terus melakukan penguatan kekuatan TNI melalui penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta penambahan jumlah pasukan. Saat ini, tiga matra TNI mendapatkan penguatan, baik melalui pengadaan senjata maupun penambahan personel.

Penambahan Pesawat Angkut Berat untuk TNI AU

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa awal bulan depan, TNI Angkatan Udara (AU) akan menerima tambahan pesawat angkut berat dari Airbus. Pesawat tersebut adalah A400M. Rencananya, satu dari dua pesawat yang dipesan oleh Kemhan akan tiba di Indonesia pada pekan pertama November tahun ini.

”Insya Allah di awal bulan depan kita akan menerima alutsista udara untuk transportasi berat yang akan memperkuat kekuatan TNI Angkatan Udara,” ujar Sjafrie kepada awak media di Surabaya pada Kamis (30/10).

Pengadaan Kapal Perang untuk TNI AL

Sementara itu, untuk TNI Angkatan Laut (AL), Kemhan baru saja menyerahkan beberapa kapal perang. Salah satunya adalah KRI Brawijaya-320 yang dibeli oleh Pemerintah Indonesia dari Italia. Selain itu, ada beberapa kapal perang baru yang diproduksi oleh perusahaan dalam negeri.

Ke depan, Kemhan berencana membeli 30 Kapal Selam Otonom (KSOT) atau kapal selam tanpa awak yang diproduksi oleh PT PAL Indonesia. Saat ini, KSOT tersebut sudah selesai melakukan uji tembak torpedo piranha di Perairan Dermaga Madura, Markas Komando Armada (Koarmada) II, Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Pembentukan Batalyon untuk TNI AD

Sjafrie juga menyampaikan bahwa TNI Angkatan Darat (AD) sedang bekerja keras untuk membentuk 150 batalyon. Nantinya, batalyon-batalyon tersebut akan disebar di seluruh Indonesia setiap tahunnya.

”Jadi, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara yang sarat dengan teknologi terus kita kembangkan sambil kita membangun kekuatan TNI Angkatan Darat. Saat ini mereka (TNI AD) sedang bekerja untuk membentuk 150 batalyon dan kita akan sebar di seluruh Indonesia setiap tahun,” jelasnya.

Optimisme Masa Depan TNI

Dengan penambahan kekuatan tersebut, Sjafrie menyatakan optimisme bahwa pada 2029 nanti kekuatan TNI akan bertambah signifikan. Sehingga institusi militer Indonesia akan menjadi salah satu yang paling kuat di dunia, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut, maupun Angkatan Udara.

”Ini memerlukan dukungan dari semua pihak agar supaya teknologi militer yang kita bangun bisa mendapatkan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia dan juga teknokrat-teknokrat kita, kita ajak untuk ikut serta membangun teknologi militer yang ada di Indonesia,” tutup Sjafrie.